Harga Pakan Melangit, Peternak di Mojokerto Menjerit

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:29 WIB
BIAYA PRODUKSI MELONJAK: Peternak ayam petelur tengah memanen telur di kandang Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)
BIAYA PRODUKSI MELONJAK: Peternak ayam petelur tengah memanen telur di kandang Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)

KABUPATEN - Lonjakan harga pakan ayam petelur dalam sebulan terakhir kian memberatkan para peternak di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Mojokerto. 

Yayah, pengelola usaha ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong mengungkapkan, kenaikan harga pakan tersebut sudah berlangsung selama sebulan. Pihaknya menyebutkan, harga pakan per karung yang awalnya berkisar Rp 300 ribuan kini melonjak drastis hingga menyentuh Rp 400 ribu.

’’Kami sedang berpikir keras bagaimana caranya agar tetap bertahan. Sebab, jika kami mengurangi komposisi pakan, kualitas dan produksi telur pasti menurun,’’ ungkap Yayah di lokasi budi daya ayam petelur, Selasa (11/8). 

Dampak ketidakseimbangan harga ini juga mulai memukul tingkat pedagang eceran. Denok, salah satu pemilik toko kelontong di Desa Gunungan, Dawarblandong menyebutkan, saat ini harga kulakan telur ayam mencapai Rp 20.900 per kilogram. Sedangkan harga jual eceran ke konsumen berada di angka Rp 23 ribu per kilogram. 

Kondisi sektor peternakan yang kian terpuruk ini memicu keluhan meluas dari para pelaku usaha. Mereka mendesak pemerintah untuk segera turun tangan melakukan intervensi pasar, mengingat hingga kini belum ada langkah konkret untuk menstabilkan harga pakan maupun harga telur di pasaran. (adi/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
peternak mojokerto harga pakan pakan ternak peternakan ayam