TRAWAS - Petani menggiling padi dengan cara manual di areal persawahan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Senin (27/7). Pertanian di kawasan destinasi wisata favorit, Sumber Gempong, ini memiliki keunggulan khusus karena mayoritas petani menggunakan pupuk organik.
Imam, salah satu petani setempat mengungkapkan, pupuk yang digunakan diproduksi secara mandiri melalui proses fermentasi kotoran hewan ternak seperti sapi dan ayam. ’’Penggunaan bahan organik sebagai pupuk terbukti mendongkrak kualitas hasil panen,’’ kata dia.
Imam mengaku permintaan beras khas Trawas sangat tinggi dan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Surabaya hingga luar Provinsi Jawa Timur. Beras yang ditanam di lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan ini dinilai memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari beras pada umumnya.
Selain karena penggunaan pupuk alami, kualitas rasa tersebut juga dipengaruhi oleh sistem irigasi yang memanfaatkan air murni langsung dari sumber mata air pegunungan setempat. Kombinasi antara pertanian organik, air sumber alami, dan lanskap wisata Sumber Gempong kini menjadi daya tarik tersendiri yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Ketapanrame. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto