Jelang Muktamar Ke-35 NU di Jombang, 80 Persen Kamar Hotel di Mojokerto Sudah Dipesan

Farisma Romawan • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:51 WIB
DAMPAK EKONOMI: Pegawai Sunrise Hotel Mojokerto mempersiapkan kamar menyambut kedatangan para tamu. Selama Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas, Jombang pada Agustus mendatang, okupansi hotel di Mojokerto turut mengalami kenaikan. (Dodik JPRM)
DAMPAK EKONOMI: Pegawai Sunrise Hotel Mojokerto mempersiapkan kamar menyambut kedatangan para tamu. Selama Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas, Jombang pada Agustus mendatang, okupansi hotel di Mojokerto turut mengalami kenaikan. (Dodik JPRM)

KOTA – Penetapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang membawa dampak ekonomi bagi perhotelan di Kota Mojokerto. Sejumlah hotel di Kota Onde-Onde kini telah dipesan muktamirin atau calon peserta Muktamar dari berbagai kota.

Informasi sementara, 80 persen dari rata-rata okupansi kamar di masing-masing hotel kini telah ter-booking. Jumlah tersebut masih akan bertambah jelang pelaksanaan forum musyawarah tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu pada 27-31 Agustus nanti. 

’’Update sementara, 80 persen dari total kamar setiap hotel di kota sudah dipesan untuk peserta Muktamar NU. Lyyn Hotel sudah ada 47 kamar yang ter-booking, Sunrise Hotel ada 80 kamar, Aston Hotel sudah sampai dari 100 kamar,’’ ungkap Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Mojokerto Raya Satuin, kemarin (23/7).

Sebagian besar reservasi diakui Satuin berlangsung sejak H-2 Muktamar, yakni tanggal 25 hingga hari terakhir tanggal 31 Agustus. Tidak hanya hotel berbintang, hotel non-berbintang juga ikut merasakan efek positif dari musyawarah terbesar di internal NU ini. Meski demikian, Satuin mengaku tidak ada tawaran promo atau paket penginapan khusus dari anggotanya selama Muktamar berlangsung. 

Mereka masih mempertahankan harga reguler, baik weekday maupun weekend. ’’Belum ada promos khusus, karena ini kan bukan momentum tahunan,’’ imbuhnya. Meski begitu, peningkatan reservasi ini belum dirasakan hotel di kawasan wisata Pacet dan Trawas. Jarak tempuh yang terlalu jauh dari arena Muktamar membuat calon peserta enggan memesannya. ’’Kalau di Pacet dan Trawas tidak ada efeknya dengan Muktamar, booking-an didominasi oleh wisatawan,’’ imbuhnya. 

General Manager Aston Mojokerto Hotel and Conference Center Sistho A. Sreshtho mengaku reservasi hotelnya telah mencapai angka 110-an kamar, atau setara 90 persen dari total 139 kamar yang tersedia selama Muktamar berlangsung. 

Angka tersebut terbilang cukup fantastis jika dibandingkan dengan momentum atau agenda nasional yang pernah digelar di Mojokerto dan sekitarnya. ’’Data kami, sudah ada 90 persen kamar yang dipesan, baik dari panitia, peserta, maupun dari travel agen selama Muktamar. Tidak hanya di Mojokerto, grup hotel kami di Malang juga mendapat dampak positif,’’ terangnya. 

Meski demikian, Sistho menegaskan, angka tersebut masih belum pasti dan bisa berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan Muktamar. Hanya saja, dirinya optimistis pesanan berpotensi terus bertambah seiring waktu mendekati hari-H Muktamar. ’’Masih berubah-ubah pemesannya. Biasanya H-7 atau seminggu sebelum Muktamar baru bisa fixed jumlah pastinya,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar nu muktamar nu di jombang jelang muktamar okupansi hotel