Imbas Kenaikan Harga Pertamax
MOJOKERTO RAYA - Dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax kian terasa di SPBU area Mojokerto Raya. Antrean kendaraan di jalur Pertalite mengular panjang saat pagi hari dan stoknya kerap habis ketika menginjak siang.
Pantauan di dua SPBU Pertamina di perbatasan Kota dan Kabupaten Mojokerto kemarin (22/6) menunjukkan hal itu. Kendaraan yang didominasi roda dua memenuhi pom bensin di Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, dan di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sejak pagi. Semuanya antre untuk mengisi Pertalite. ’’Antrenya panjang banget,’’ keluh Rudi, salah satu warga.
Karyawan swasta itu enggan membeli Pertamax karena menganggap harganya mahal. Sejak 10 Juni lalu, pemerintah menetapkan harga Pertamax Rp 16.250 per liter atau naik hampir Rp 4 ribu dari harga sebelumnya Rp 12.300 per liter. Karena lonjakan tersebut, Rudi lebih memilih menunggu belasan menit demi mendapatkan bahan bakar subsidi Pertalite yang masih bertahan di harga Rp 10 ribu per liter. ’’Gak papa nunggu lama, daripada beli Pertamax beda harganya terlalu tinggi,’’ ucap pria 32 tahun tersebut.
Kendati demikian, tidak sedikit pengendara yang putar balik karena tak betah mengantre. Mereka terpaksa membeli bensin eceran atau menunda mengisi bahan bakar di luar jam berangkat kantor. Namun, tak jadi jaminan pula stok Pertalite masih ada saat siang hari. Seperti di SPBU Jalan RA Basuni yang baru setengah hari kemarin sudah kehabisan pasokan. ’’Tinggal Pertamax, Pertalite habis,’’ ujar salah satu operator SPBU tersebut.
Ridha, pengendara lain mengatakan, dirinya menjadi salah satu warga yang kecele karena kosongnya Pertalite di sejumlah SPBU sejak siang kemarin. ’’Setelah muter-muter, akhirnya dapat Pertalite di SPBU Surodinawan (Kota Mojokerto), meskipun atreannya juga panjang banget,’’ ucapnya.
Menurut pemuda 25 tahun ini, melonjaknya harga Pertamax membuat sebagian konsumen beralih ke Pertalite. Akibatnya jumlah pembeli bahan bakar subsidi tersebut membeludak. ’’Pastinya banyak yang pindah ke Pertalite, makanya kalau pagi antre, kalau siang ya sering habis,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah