KOTA - Hasil karya yang mulai dilirik berbagai kota ini tak luput dari hasil kerja warga Gang V RT 07/RW 02 Jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Hasil penjor yang dibuat bisa lebih awet hingga 3-4 tahun.
Saat memasuki Gang V Jalan Surodinawan, tampak penjor-penjor berwarna kuning terpajang di rumah yang tak lain perajin penjor. Yakni rumah salah satu warga, sebut saja Luluk, tepatnya di Jalan Surodinawan Gang 5 Kota Mojokerto ini.
Saat ini, dia tengah sibuk mengerjakan penjor pesanan sebuah instansi pemerintahan asal Kabupaten Banyuwangi. Luluk Sri Histinawati, yang menahkodai pengerjaan penjor ini. ’’Iya. Ini penjor pesanan dari Banyuwangi yang akan segera kita kirim,’’ ungkapnya.
Dia menceritakan, penjor ini berbahan plastik tipis daur ulang yang kemudian dibentuk sesuai rangkaian hiasan penjor dari bawah hingga bagian atas. Hiasan itu ditata sesuai penjor pada umumnya.
’’Kendala dan tantangannya adalah bahannya. Jika kekurangan bahan daur ulang, terpaksa untuk menambal kekurangan kita juga beli plastik yang baru,’’ paparnya.
Motif yang diusung sesuai asal kota. Yakni banyuwangi dengan motif Gajah Oling. Dengan lama pembuatan hingga pengumpulan bahan bahannya, Luluk dan warga, berbagi tugas. Mulai dari milah sampahnya, pemotongan bahan, merangkai, pengecatan hingga pengiriman. Panjang penjor hingga 6 meter ini, dibuat mirip dengan daun kelapa yang terlihat natural.
’’Dengan harapan dengan hasil kreasi ini dan ketekunannya, warga bisa menikmati hasilnya. Bahkan tahun depan, seluruh Banyuwangi bakal dipasang penjor. Artinya bakal ratusan penjor akan kita kerjakan,’’ terangnya. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah