PABRIK Gula Gempolkrep secara resmi memulai musim giling 2026 pada Sabtu (30/5). Momentum ini penting bagi PG Gempolkrep dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap program swasembada gula yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor agroindustri nasional. Yakni, melalui sinergi antara perusahaan, petani, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan.
Prosesi start giling perdana berlangsung khidmat dan penuh optimisme, disaksikan oleh jajaran manajemen PG Gempolkrep, tokoh petani tebu, Head Regional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Wayan Mei Purwono, serta Direktur Strategi dan Sustainability PT SGN Dimas Eko Prasetyo. PG Gempolkrep juga optimistis dapat mencapai target produksi yang telah ditetapkan dengan tetap mengedepankan aspek efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.
Selain memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, aktivitas giling juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Perputaran ekonomi di Desa Gempolkrep, Desa Gembongan, dan wilayah sekitar pabrik semakin meningkat seiring dimulainya operasional musim giling.
Kehadiran sekitar 700 pekerja PKWT DMG, yang lebih dari 75 persen berasal dari desa-desa sekitar pabrik, menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat. Dampak positif tersebut juga dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, pedagang makanan dan minuman, serta berbagai sektor pendukung lainnya yang tumbuh bersama aktivitas pabrik selama musim giling berlangsung.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim giling, PG Gempolkrep telah melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan dan penguatan sumber daya manusia. Pada Kamis, (21/5) misalnya. PG Gempolkrep menyelenggarakan In House Training (IHT) dan Bimbingan Mental (BIMTAL) yang diikuti seluruh pekerja PKWT DMG.
Kegiatan yang dibina langsung oleh Kesatuan Marinir Gunungsari Surabaya tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan misi seluruh insan kerja, membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai AKHLAK, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung keberhasilan musim giling Tahun 2026. ’’Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pekerja memiliki persepsi yang sama, disiplin kerja yang tinggi, serta komitmen bersama untuk mewujudkan operasional giling yang aman, lancar, dan produktif,’’ ujar Bastoni Choiri, Manajer Keuangan dan Umum PG Gempolkrep.
Tidak hanya mempersiapkan aspek teknis dan sumber daya manusia, PG Gempolkrep juga mengawali musim giling dengan ikhtiar spiritual. Pada Kamis, (28/5), juga dilaksanakan Khotmil Al-Qur’an yang dilanjutkan pada malam harinya dengan salat Isya berjamaah, salat hajat, dan istighotsah di Masjid Baiturrahman PG Gempolkrep. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen, tokoh petani, serikat pekerja, karyawan, serta masyarakat sekitar pabrik, dan dipimpin oleh KH Ahmad Syifa’ur Ramly dari Pondok Pesantren Nurul Huda Mojokerto.
Ketua Takmir Masjid Baiturrahman sekaligus Manager Quality Assurance PG Gempolkrep, Juli, nenegaskan kegiatan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh proses giling berjalan dengan aman, lancar, serta mampu mencapai target yang telah ditetapkan. ’’Melalui salat hajat dan istighotsah berjamaah ini, kami memohon kepada Allah SWT agar seluruh niat dan upaya yang dilakukan untuk menyukseskan giling Tahun 2026 mendapatkan ridha, keberkahan, serta hasil yang terbaik,’’ ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, petani, pekerja, serta seluruh pemangku kepentingan, PG Gempolkrep optimistis musim giling Tahun 2026 akan berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gula nasional, kesejahteraan petani, serta terwujudnya cita-cita swasembada gula Indonesia. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah