PUNGGING - Sepekan jelang Hari Raya Idul Adha, tingkat penjualan ternak di pasar hewan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto meningkat signifikan. Pedagang ketiban berkah dengan mampu meraup pendapatan hingga tiga kali lipat dibanding biasanya.
Sadi, salah satu pedagang hewan ternak mengatakan, tingkat pembelian ternak meningkat tajam mendekati hari H Idul Adha. Bahkan, dari 23 ekor kambing yang dijual di Pasar Hewan Ngrame nyaris ludes dalam sehari. ’’Dari 23 ekor, tinggal satu ekor saja. Lainnya sudah habis (laku, Red),’’ jelasnya, Rabu (20/5).
Dikatakannya, seluruh kambing yang terjual dibeli oleh warga untuk berkurban. Satu-satunya ternak yang belum terbeli karena berjenis kelamin betina.
Untuk satu ekor jantan, kambing dibanderol dengan harga berkisar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta menyesuaikan dengan ukuran. Pedagang asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo ini menyebut, tingkat penjualan yang tinggi membawa keuntungan yang berlipat baginya. ’’(Meningkat) tiga kali lipat dari hari biasanya,’’ papar dia.
Sadi menyebut, meningkatnya penjualan ternak di musim haji tahun ini seiring landainya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada Idul Adha 2025 lalu, pembelian ternak di pasar hewan lesu karena merebaknya penyakit yang menyerang kambing dan sapi. ’’Ramai tahun ini, lebih banyak yang terjual,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, mobilitas ternak di pasar hewan dilakukan pengetatan untuk mengantisipasi penyebaran PMK. Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto juga melakukan vaksinasi yang menyasar seluruh hewan ternak. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah