JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Diluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Mojokerto dipastikan turut menyerap tenaga kerja di masing-masing desa. Menyusul, dalam strujtural organisasi setidaknya satu koperasi membutuhkan 18 karyawan.
Kepala Desa Lakardowo M. Khusaini mengungkapkan, beroperasinya Kopdes Merah Putih ini secara otomatis akan berdampak tehadap penyerapan tenaga kerja di di desanya. Pasalnya, setiap koperasi yang beroperasi harus memiliki belasan pegawai. ’’Sesuai struktur organisasi pada KDKMP, setidaknya setiap koperasi membutuhkan 18 pegawai,’’ ungkapnya, kemarin (17/5).
Meliputi, 1 orang kepala toko, 2 asisten kepala toko, 2 kasir, 2 pramuniaga, 2 office, dan 3 karyawan UMKM. Lalu, ada driver truk, driver pikap, 2 driver motor roda tiga, dan 2 sekuriti.
Sementara dalam mekanisme rekrutmen setidaknya terdapat dua skema. Pertama, enam pegawai melalui Agrinas dan 12 lainnya melalui pemerintah desa (pemdes). ’’Untuk yang rekrutmennya dilakukan Agrinas ini seperti kepala toko. Sedangkan driver dan sekuriti rekrutmennya melalui masing-masing desa,’’ jelasnya.
Hanya saja pihaknya belum mengetahui pasti terkait sistem penggajian karyawan. Demikian juga dengan kriteria pegawai yang bakal direkrut. Sebab, lanjut dia, hingga kini belum ada aturan atau ketentuan pasti yang diterima pemerintah desa (pemdes). ’’Prinsipnya, pemdes saat ini diminta menyiapkan orang yang mau dijadikan pegawai koperasi desa, soal kriterianya masih belum ada kejelasan,’’ tegasnya.
Baca Juga: Bukan Sekedar Seremonial 17 Mei: Ini Alasan Mengapa Buku Masih Menjadi Senjata Paling Ampuh
Namun, pemdes diminta untuk melakukan koordinasi dengan perangkat maupun babinsa guna memenuhi kebutuhan pegawai koperasi. ’’Agar tidak ada kecemburuan sosial, kita tawarkan ke masing-masing dusun secara porposional,’’ tegasnya.
Di sisi lain, dengan keberadaan Kopdes Merah Putih ini, pemdes berharap mampu mendongkrak perekonomian warga. Termasuk menjadi wadah pemenuhan kebutuhan warga dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pasar. ’’Untung-untung bisa menyediakan elpiji dan pupuk subsidi untuk masyarakat. Kita berharap adanya kopdes ini ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa semakin meningkat,’’ paparnya.
Hal yang sama diungkapkan Kades Watesprojo Sukiyam. Ia menyebut beroperasinya kopdes bakal membutuhkan tenaga kerja baru bagi warganya. ’’Selain (posisi) manajer, pegawai kita siapkan bersama babinsa dan kepala tokonya. Seperti kasir dan sopir,’’ ucapnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado