KOTA - Sejumlah pedagang kuliner di kawasan Skywalk Mojopahit sisi selatan Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto perlahan mengeluhkan merosotnya pendapatan mereka. Hal ini, menyusul pusat kuliner yang dibangun pemkot tersebut dari hari ke hari kian sepi pengunjung.
Bahkan, disebut-sebut dari total 32 kios yang tersedia, saat ini kurang lebih hanya separuh yang memilih bertahan. Kondisi itu mengakibatkan mayoritas pedagang memilih untuk tutup pada hari kerja. Mereka baru membuka lapak saat memasuki weekend atau setiap Sabtu dan Minggu saja.
HY, salah satu pedagang mengatakan, lesunya penjualan membuat para pedagang memilih untuk berhenti berjualan atau pindah ke tempat lain. ”Mending jualan di pinggir jalan daripada di skywalk. Wisatawan enggan naik dan mereka minim informasi. Rata-rata mereka tidak tahu jika skywalk ini adalah sentra kuliner,” ujarnya.
HY menambahkan, selama ini biaya sewa kios yang ditetapkan sebesar Rp 750 per bulan dirasa cukup memberatkan. Sebab, pendapatan harian yang sangat minim membuat para penyewa sering kali terbebani untuk melunasi biaya sewa bulanan tersebut.
Sehingga pedagang berharap setidaknya Pemkot Mojokerto mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan usaha mereka. Semisal dengan membuat promosi yang lebih serius agar masyarakat lebih mengetahui keberadaan sentra kuliner ini. ”Supaya ekonomi, khususnya bagi masyarakat tingkat bawah kembali bergeliat di Kota Mojokerto,” tandas HY. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah