Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ajak SLBN Jombang, Cafe Lawu 33 Siap Hadirkan Konsep Inklusif

Fendy Hermansyah • Rabu, 29 April 2026 | 15:05 WIB
PEMBERDAYAAN: Kru Cafe Lawu 33 bersama siswa SLBN Jombang, Rabu (29/4). (Arif JPRM)
PEMBERDAYAAN: Kru Cafe Lawu 33 bersama siswa SLBN Jombang, Rabu (29/4). (Arif JPRM)

 

Kolaborasi Cafe Lawu 33 dan Komunitas Anugerah Jombang

JOMBANG - Cafe Lawu 33 terus mengembangkan konsep usahanya dengan pendekatan inklusif. Terbaru, kafe tersebut menggandeng murid hingga alumni SLBN Jombang untuk ikut mengasah keterampilan di bidang kuliner, barista, hingga wirausaha kafe. Kolaborasi ini dijalin bersama Komunitas Anugerah Jombang dalam pertemuan yang digelar Rabu (29/4).

Program tersebut dirancang sebagai langkah pemberdayaan siswa sekolah luar biasa (SLB), dengan membuka peluang mereka terlibat langsung dalam operasional kafe-mulai dari barista, kitchen, hingga kasir.

Gunawan dari Komunitas Anugerah Jombang menjelaskan, konsep Cafe Lawu 33 yang sebelumnya dikembangkan di Mojokerto akan direplikasi di Jombang dengan pendekatan serupa.

"Konsep Cafe Lawu 33 di Mojokerto akan kita hadirkan di Jombang. Nantinya, murid-murid SLB bisa mendapatkan pengalaman langsung, baik melalui kerja maupun program magang," ujarnya.

Tak hanya siswa aktif, pihaknya juga akan merangkul alumni SLBN Jombang agar ikut terlibat dalam pengembangan konsep tersebut.

Siswa SLBN Jombang antusias mengikuti pembelajaran dengan Cafe Lawu 33, Rabu (29/4).
Siswa SLBN Jombang antusias mengikuti pembelajaran dengan Cafe Lawu 33, Rabu (29/4).

 

"Selain siswa yang masih aktif, kami juga akan mengajak alumni untuk ikut berkontribusi," tambahnya.

Sementara itu, pihak SLBN Jombang menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menilai program ini menjadi peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

"Kalau melihat konsep yang sudah berjalan di Mojokerto, kami optimistis anak-anak siap untuk bergabung dan mengembangkan skill individu mereka," ujar salah satu pendidik.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi siswa SLB untuk lebih mandiri dan mampu bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor kuliner dan jasa. (rif/fen) 

Editor : Fendy Hermansyah
#ekonomi kreatif #Ekonomi Kreatif (Ekraf) #kafe mojokerto #Cafe Lawu 33 Kota Mojokerto