Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sensus Ekonomi 2026: Mengukur Kekuatan Tersembunyi Perempuan Indonesia

Moch. Chariris • Selasa, 21 April 2026 | 08:34 WIB
Dwi Yuhenny, S.Si., M.M, Kepala Badan Statistik Kabupaten Mojokerto.
Dwi Yuhenny, S.Si., M.M, Kepala Badan Statistik Kabupaten Mojokerto.

 

Oleh: Dwiyanti Wulandari, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto

SENSUS Ekonomi (SE) 2026 bukan sekadar rutinitas statistik sepuluh tahunan. SE adalah sebuah proyeksi besar untuk membedah anatomi ekonomi Indonesia pasca-transformasi digital. Di tengah upaya pemerintah mengejar visi Indonesia Emas 2045, satu variabel yang menjadi kunci determinan adalah perempuan.  Melalui SE 2026, negara berupaya melakukan rekonstruksi narasi: bahwa perempuan bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek strategis yang menentukan daya tahan ekonomi nasional. 

Badan Pusat Statistik (BPS) bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada Mei hingga Agustus mendatang. Di tengah transformasi digital dan pemulihan ekonomi nasional, keterlibatan perempuan muncul sebagai sorotan utama. Sensus ini bukan sekadar pendataan angka, melainkan momentum krusial untuk memotret realitas kontribusi perempuan dalam mesin ekonomi Indonesia. 

Bulan April tepatnya tanggal 21 April sebagai Hari Kartini di mana perempuan merupakan saat ini sebagai sosok yang tangguh, mandiri, dan berdaya (digital) untuk membawa kemajuan. 

Keberhasilan SE 2026 memerlukan sinergi kolektif. Komunitas perempuan, organisasi keagamaan, hingga kelompok penggerak PKK memiliki peran vital sebagai jembatan informasi. Sosialisasi yang masif diperlukan agar setiap perempuan pengusaha merasa bangga untuk mencatatkan usahanya. Data bukan sekadar deretan angka: bagi perempuan, data adalah alat untuk menuntut kebijakan yang lebih adil dan fasilitas yang lebih memadai bagi pengembangan usaha mereka. 

Sensus Ekonomi 2026 adalah momentum bagi perempuan Indonesia untuk menunjukkan taringnya. Dengan ikut serta dan memberikan data yang jujur, perempuan tidak hanya membantu negara dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga sedang memahat warisan ekonomi bagi generasi mendatang. Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk BPS Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bulan Mei hingga Agustus 2026 didata oleh Bung Itung sebagai petugas BPS. Cakupan yang di sensus seluruh  bangunan usaha dan seluruh rumah tangga door-to-door baik offline maupun online. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Pastikan setiap usaha, sekecil apa pun, tetap terhitung. Karena dari tangan perempuan, kesejahteraan bangsa ini bermula. (*/ris)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#sensus ekonomi 2026 #perempuan indonesia #BPS Kabupaten Mojokerto #hari kartini