Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Cabai Rawit di Mojokerto Tembus Rp 120 Ribu Per Kg

Rizal Amrulloh • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:30 WIB

 

JADI ATENSI: Petugas gabungan dari Bapanas dan Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto usai melakukan sidak di Pasar Raya Mojosari, Selasa (17/2).
JADI ATENSI: Petugas gabungan dari Bapanas dan Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto usai melakukan sidak di Pasar Raya Mojosari, Selasa (17/2).
 

 

Hasil Sidak Bapanas dan Tim Satgas Pangan di Pasar Raya Mojosari 

MOJOSARI - Menjelang Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Raya Mojosari, Senin (17/2). Hasilnya, petugas gabungan menemukan harga cabai rawit yang meroket hingga Rp 120 ribu per kilogram (kg).

Penata Kelola Pemerintah Bapanas RI Vina Audya mengungkapkan, pemantauan harga dilakukan terhadap sembako dan bangan pangan penting lainnya. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup drastis adalah cabai rawit. ’’Yang mengalami lonjakan harga ada di cabai rawit merah, secara umum pedagang juga merasakan keluhan itu sendiri,’’ paparnya ditemui usai sidak kemarin.

Dikatakannya, harga cabai rawit merah kini telah menembus Rp 120 ribu per kg. Berdasarkan keterangan pedagang, sebut Vina, kenaikan harga sudah dialami sejak di tingkat tengkulak yang sudah dipatok Rp 95 per kg. ’’Cabai rawit merah secara nasional memang terjadi kenaikan signifikan. Pertama karena dipicu gagal panen dan kedua karena faktor cuaca,’’ imbuh dia.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan kenaikan harga pada daging ayam yang kini bertengger di angka Rp 45 ribu per kg. Bahkan, para pedagang menyatakan lonjakan harga tersebut sudah terjadi sejak seminggu terakhir. 

Sementara untuk bahan pokok lainnya, harganya masih terpantau relatif stabil. Antara lain pada beras SPHP yang dijual dengan harga Rp 60 ribu per kemasan 5 kg atau 12.500 per kg. Demikian dengan Minyakita yang juga tetap di harga  Rp 15.700 per liter. ’’Untuk Minyakita dan beras SPHP masih sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi),’’ tandas dia.

Sementara itu, Kanit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Dawan Naibaho menegaskan, tim satgas pangan memberikan atensi khusus terhadap dua komoditas yang harganya naik signifikan. Salah satunya pada cabai rawit merah yang mencapai Rp 120 per kg.

Meski dipicu akibat faktor cuaca, namun pihaknya menyatakan akan melakukan pengawasan di tingkat distribusi agar bisa menekan harga. ’’Kami tetap awasi terkait pendistribusiannya. Semoga nanti pihak distributor bisa turut menjaga harga tetap stabil sampai Lebaran nanti,’’ tegasnya.

Langkah serupa juga dilakukan terhadap komoditas daging ayam ras yang harganya mencapai Rp 45 ribu per kg. Dawan menyebut, tim satgas pangan juga akan melakukan penelusuran ke tingkat peternak untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga. ’’Kami akan komunikasi dengan peternak ayam, salah satunya di wilayah Trawas terkait kendala yang dihadapi,’’ tandas dia.

Di samping itu, selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Lebaran nanti, petugas tetap melakukan pengawasan pergerakan harga secara berkala. Baik di pasar tradisional dan toko modern. Pengawasan juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan barang maupun pelanggaran hukum lainnya. ’’Kalau memang ada laporan atau nanti ada temuan, tentu kami lakukan peneguran. Jika ada unsur-unsur pidana terkait penimbunan, pasti kami tindaklanjuti,’’ pungkas Dawan. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#harga cabai #sidak sembako #sidak pasar #cabai mojokerto #sidak bapanas