Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Daging Ayam dan Telur di Mojokerto Melonjak, Dua Ton Beras dan 200 Kg Gula Habis Terjual saat GPM

Khudori Aliandu • Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:05 WIB

MENIMBANG: Pedagang daging ayam menjajakan dagangan miliknya di Pasar Tanjung, Anyar Kota Mojokerto, kemarin (13/2). Kini, harga jual daging ayam potong sudah mencapai Rp 42 ribu per kilogram.
MENIMBANG: Pedagang daging ayam menjajakan dagangan miliknya di Pasar Tanjung, Anyar Kota Mojokerto, kemarin (13/2). Kini, harga jual daging ayam potong sudah mencapai Rp 42 ribu per kilogram.
MOJOKERTO RAYA - Menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan 2026, saat ini harga kebutuhan pokok (bapok) serentak mengalami kenaikan. Seperti yang terpantau di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (13/2).

Harga ayam broiler dari beberapa minggu lalu masih normal Rp 32 ribu per kilogram (kg), namun saat ini melonjak menjadi Rp 42 ribu  per kg. ”Sedangkan harga telur dari semula Rp 27 ribu per kg kini sudah mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu  per kg, tergantung kualitas,” kata Imam, salah satu pedagang. 

Siti Fatimah, pedagang lainya menambahkan, untuk harga ayam potong ini terus mengalami kenaikan rata-rata Rp 1.000 per hari. Kenaikan tersebut bahkan diperkirakan akan berlangsung hingga mendekati Ramadan mendatang.

”Meski begitu yang namanya kebutuhan pokok, permintaan masih banyak, apalagi saat ini masyarakat Mojokerto melakukan tradisi megengan,” tuturnya. Tradisi megengan juga dikenal dengan selamatan kirim doa kepada leluhur menjelang bulan suci. ”Makanya, pasti banyak yang belanja kebutuhan pokok,” imbuhnya. 

Sementara itu, Pemkab Mojokerto terus melakukan stabilisasi harga dan menekan laju inflasi daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) ke kecamatan-kecamatan. Kali ini giliran Pendapa Kecamatan Puri menjadi tempat lapak penjualan kebutuhan pokok (bapok) dengan harga murah. 

STABILISASI HARGA: Pemkab Mojokerto saat menggelar Gerakan Pangan Murah di Pendapa Kecamatan Puri, kemarin (13/2).
STABILISASI HARGA: Pemkab Mojokerto saat menggelar Gerakan Pangan Murah di Pendapa Kecamatan Puri, kemarin (13/2).

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Riduwan mengatakan, jelang Ramadan stabilisasi harga kebutuhan pokok di bumi Majapahit menjadi fokus pemerintah daerah (pemda). Dengan demikian, program gerakan pangan murah kepada masyarakat ini terus digeber. ’’Stabilisasi harga salah satunya kita lakukan dengan gerakan pangan murah di kecamatan-kecamatan,’’ ungkapnya, kemarin (13/2). 

Menggandeng berbagai pihak, pemda menjual kebutuhan dengan harga murah, termasuk untuk menghadapi jelang Hari Beras Keagamaan Nasional (HBKN). ’’Selain stabilisasi pasokan dan harga pangan, ini bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah,’’ tegasnya. 

Pangan murah yang langsung menyentuh masyarakat ini direspons antusias masyarakat. Sebagian besar komoditas yang dijual pun habis. Gula pasir yang dijual PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep, misalnya. Dari 200 kilogram yang disiapkan, seluruhnya dibeli masyarakat dengan harga Rp 14.500 per kilogram.

Minyak Kita sebanyak 35 dus yang dibawa Bulog dengan harga Rp 31 ribu  per 2 liter juga habis tak tersisa. ’’Beras SPHP-nya sejumlah 2 ton terjual habis. Termasuk kemasan premium Sawah Hijau 74 pak kemasan 5 kilogram juga laku. Begitu juga dengan puluhan kilogram telur ayam ras yang dibawa juga banyak diserbu masyarakat,’’ tandasnya. (fan/ori/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#pasar tanjung anyar kota mojokerto #harga sembako #pasar murah #Pemkab Mojokerto #harga daging ayam