Tembus Rp 60 Ribu Per Kg, Puncak Penghujan Picu Pembusukan
KOTA – Harga cabai rawit di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kembali melejit hingga Rp 60 ribu per kilogram (kg). Kenaikan bumbu pedas itu dipengaruhi curah hujan tinggi pada puncak musim penghujan saat ini yang menyebebkan cabai cepat membusuk.
”Sementara cabai kecil naik jadi Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu (per kg),” kata Ardian Firmansyah, salah satu pedagang di Pasar Tanjung Anyar, kemarin (28/1).
Menurutnya, harga bumbu utama itu terus mengalami fluktuasi. Selama pekan ini, tren harga cenderung mahal setelah beberapa waktu lalu sempat turun. Kondisi harga saat ini hampir menyerupai kenaikan harga ketika momen libur Nataru lalu yang menembus Rp 80 ribu per kg. Di lain sisi, mayoritas harga bumbu dapur lainnya tergolong masih stabil.
Ardian mengungkapkan, faktor cuaca menjadi pemicu utama melejitnya harga cabai rawit. Menurut dia, curah hujan tinggi menyebabkan buah cabai tak mampu bertahan lama. ”Cabai cepat busuk kalau kena hujan, akibatnya pasokan berkurang,” imbuh dia.
Kendati demikian, ancaman kekurangan stok tersebut tak membuatnya khawatir berlebihan. Mengingat saat ini para petani cabai di Kecamatan Dawarblandong sudah mulai memasuki masa panen. Wilayah di ujung utara Kabupaten Mojokerto itu menjadi salah satu pemasok cabai di Pasar Tanjung Anyar. ”Karena cabai Dawarblandong sudah mulai panen jadi aman,” tandasnya.
Sementara itu, pantauan di laman Siskaperbapo kemarin menunjukkan, harga cabai rawit di Pasar Tanjung Anyar juga tercatat mengalami kenaikan 2,27 persen dari Rp 44 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg.
Sedangkan harga komoditas dapur lainnya tetap. Seperti bawang merah dan bawang putih Rp 33 ribu per kg. Pun dengan harga telur yang stagnan Rp 28 ribu per kg dan daging ayam ras Rp 35 ribu per kg. Adapun penurunan harga dialami minyak goreng Minyakita dari Rp 17 ribu per liter menjadi Rp 15.700 per liter. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah