Inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen FIFGROUP Mojokerto dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengelolaan lingkungan.
Branch Head FIFGROUP Mojokerto, Mochamad Badrul Huda, SH, menegaskan bahwa persoalan limbah rumah tangga sering kali dipandang sepele, padahal dampaknya besar terhadap lingkungan.
“Sering kali kita lupa bahwa limbah rumah tangga menghasilkan banyak dampak terhadap lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan benar, limbah tersebut bisa menjadi sumber daya yang bernilai bagi masa depan. Pada Oktober 2025, kami memulai inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi,” jelasnya kepada awak media, Kamis (15/1).
Dalam pelaksanaannya, program Grease to Green FIFGROUP Mojokerto berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto dan Bank Sampah, serta melibatkan seluruh karyawan, mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga proses pengolahan menjadi produk siap pakai.
“Seluruh karyawan memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Dengan terlibat aktif mengelola limbah hingga menjadi produk bernilai ekonomis, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama,” imbuhnya.
Dukungan juga datang dari Bening Danu Saputro, Area Head FIFGROUP Jawa Timur 4. Ia menilai inovasi Grease to Green memiliki potensi besar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen tidak hanya sebagai perusahaan pembiayaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Inovasi Grease to Green ini menjadi peluang nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasack, mengapresiasi langkah FIFGROUP Mojokerto yang turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami menyambut baik inovasi Grease to Green FIFGROUP Mojokerto. Ini contoh nyata perusahaan yang peduli lingkungan sekaligus mampu menciptakan produk bernilai ekonomis bagi masyarakat,” katanya.
Kolaborasi dengan DLH Kota Mojokerto
Proses pengolahan minyak jelantah dalam program ini dilakukan melalui pendampingan langsung DLH Kota Mojokerto bersama Bank Sampah. Pendampingan mencakup teknik pengolahan, pembuatan sabun dan lilin aromaterapi, hingga pengemasan produk siap edar.
Menurut Mochamad Badrul Huda, keterlibatan pemerintah daerah memberikan dukungan besar sehingga inovasi Grease to Green dapat berjalan optimal dan memberi dampak luas.
“Edukasi dari DLH Kota Mojokerto sangat detail, mulai proses pengolahan hingga pengemasan produk. Atas dukungan tersebut, kami sangat berterima kasih,” paparnya.
Hasil produksi sabun dan lilin aromaterapi ini rencananya akan dibagikan secara gratis kepada pelanggan setia FIFGROUP Mojokerto. Ke depan, produk tersebut juga akan diarahkan untuk mendukung UMKM di Kota Mojokerto, termasuk pemasaran ke perkantoran, perusahaan, dan perhotelan.
“Kami berharap produk ini tidak hanya menjadi cinderamata bagi pelanggan, tetapi juga bisa berkembang sebagai produk UMKM yang bernilai jual,” pungkasnya. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah