Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Outlook Ekonomi 2026, Jadi Tahun Penentuan

Fendy Hermansyah • Senin, 12 Januari 2026 | 04:20 WIB

Andiyanto Vino, Chief Marketing Sunrise Mall Mojokerto
Andiyanto Vino, Chief Marketing Sunrise Mall Mojokerto
Oleh: Andiyanto Vino*)

KITA telah memasuki 2026 dengan satu kenyataan yang tak bisa dihindari: ekonomi global melambat, kompetisi bisnis makin brutal. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia hanya sekitar 3,1 persen. Tidak spektakuler. Tidak juga runtuh. Tapi cukup untuk menyingkirkan bisnis yang berjalan biasa-biasa saja.

Di tengah perlambatan itu, Indonesia justru relatif stabil di kisaran 5 persen pertumbuhan hingga 2026–2027, ditopang konsumsi domestik dan investasi. Nilai e-commerce global bahkan diperkirakan menembus US$ 6,4 triliun pada 2026. Ini menegaskan satu hal: peluang tetap ada, tapi tidak merata.

Pertanyaannya bukan lagi apakah pasar masih tumbuh, melainkan siapa yang mampu menangkap pergeseran perilaku dan teknologi lebih cepat dari yang lain.

Ada tiga tren besar yang menjadi penentu arah bisnis 2026. Pertama, AI dan hyper-personalization. Dunia bisnis bergerak dari segmentasi kasar menuju pengalaman pelanggan satu lawan satu dalam skala besar. AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi mesin utama penggerak marketing, operasional, dan pengambilan keputusan.

Kedua, customer experience yang terintegrasi. Pelanggan hari ini berpindah lintas kanal dengan sangat cepat-WhatsApp, media sosial, marketplace, hingga call center. Pada 2026, banyak bisnis mulai mengandalkan agentic AI untuk menghadirkan layanan yang responsif, konsisten, dan prediktif di seluruh channel.

Ketiga, lahirnya AI-first business, termasuk di Indonesia. Bisnis yang menempatkan AI sebagai fondasi-bukan pelengkap-akan unggul dalam efisiensi, kecepatan layanan, dan diferensiasi brand.

Jika dibaca dengan kacamata Structure-Conduct-Performance, struktur pasar 2026 ditandai pertumbuhan moderat dengan kompetisi yang makin tajam. Teknologi dan data menjadi entry barrier baru. Perilaku perusahaan pun bergeser: dari promosi massal ke orchestrated customer journey, dari keputusan lambat ke eksperimen cepat. Sementara kinerja tidak lagi diukur semata dari revenue, tetapi dari customer lifetime value, retensi, dan kesehatan unit economics.

Refleksinya jelas. Pertumbuhan masih ada, tetapi tidak untuk semua orang. Bisnis yang bertahan dengan cara lama-tanpa data, tanpa CX yang rapi, tanpa keberanian bereksperimen-akan stagnan atau tergerus.

Keunggulan kompetitif 2026 bukan soal siapa paling besar, melainkan siapa paling adaptif. Mereka yang mampu menggabungkan data, teknologi, dan pemahaman mendalam terhadap pelanggan, sambil tetap disiplin mengelola cashflow dan fokus pada nilai nyata, berpeluang keluar sebagai pemenang di akhir tahun ini.

2026 bukan tahun aman. Tapi bagi bisnis yang siap berubah, ini justru tahun penentuan. (*)

*) Chief Marketing Sunrise Mall Mojokerto

 

Editor : Fendy Hermansyah
#outlook 2026 #Ekonomi 2026 #sunrise mall mojokerto #opini