JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ratusan warga Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto berunjuk rasa, Kamis (18/12). Mereka menolak keberadaan kandang ayam yang berdampak bagi kesehatan di desa setempat.
Dimulai pukul 09.00WIB ratusan warga yang didominasi ibu-ibu mendatangi kantor balai desa setempat. Mereka membawa poster berisi penolakan keberadaan kandang ayam. Tak hanya itu, warga juga membawa sejumlah poster yang berisi sejumlah tuntutan.
Di antaranya, ''Perusahaan Ini Dilarang Beroperasi. Disegel Warga'', Gaweo Kandang Nang Omahmu Dewe'', Kampung Lalat, Iki Menungso Duduk Batang''.
"ini adalah bukti bahwa kami terdampak bau dan gangguan lalat di rumah kami setiap hari," ujar koko, salah satu warga.
Kepala Desa Kumitir, Jatorejo, Mokhamad Khoirun mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan dinas perizinan terkait dengan polemik di kalangan warga tersebut.
Saat ditanya lebih dalam terkait kandang nama perusahaan tersebut, ia mengaku tak tahu menahu. "Yang saya ketahui hanyalah penanggung jawabnya. Pak Halul dari Wates, Magersari, Kota Mojokerto,’’ ungkapnya.
Khoirun menambahkan, keberadaan peternakan ayam broiler tersebut sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Sejak saat itu, sudah diprotes oleh warga karena dampak yang ditimbulkan. Yakni bau tak sedap dan lalat.
Sementara itu, usai melakukan aksi di balai desa, ratusan warga bergeser menuju lokasi kandang. Kandang yang menempati luas lahan lebih dari setengah hektar tersebut cukup berdekatan dengan permukiman warga.
Massa yang di dampingi kades dan perangkat lalu memasang spanduk penyegelan di depan gerbang.
’’Sementara kita lakukan penyegelan dulu agar tidak beroperasi, selanjutnya warga berharap kepala desa berada di pihak masyarakat yang terdampak agar bisa mencabut izin operasi perusahaan peternakan ayam yang mengganggu dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat desa kumitir tersebut,’’ ujar Muntaha, warga setempat.
Editor : Imron Arlado