Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Parfum Famoo, Upaya Pengembangan Ekonomi Umat

Indah Oceananda • Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:05 WIB
BERDAYA: Pengurus Remas Al-Fattah Kota Mojokerto berjualan parfum Famoo dalam Festival Pemuda Kota Mojokerto di Taman Bahari Mojopahit, Selasa (29/10).
BERDAYA: Pengurus Remas Al-Fattah Kota Mojokerto berjualan parfum Famoo dalam Festival Pemuda Kota Mojokerto di Taman Bahari Mojopahit, Selasa (29/10).

Remaja Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto

PELATIHAN kemandirian finansial yang diikuti Remaja Masjid (Remas) Al-Fattah Kota Mojokerto tahun lalu akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, organisasi masyarakat tersebut berhasil menggerakkan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat, yakni penjualan parfum dengan merek Famoo.

Diungkapkan Achmad Rusyad Manfaluti, Pengurus Takmir Masjid Agung Al-Fattah Mojokerto Bidang Idaroh, berjalannya usaha parfum yang diinisiasi anggota remas ini memang baru saja dimulai tahun ini. Itu setelah melewati beberapa pelatihan sekaligus pembentukan kepengurusan manajemen. ’’Setelah melalui pelatihan di tahun 2024, akhirnya anggota Remas bisa mendirikan usaha ini,’’ kata Falut, sapaan akrabnya.

Merek Famoo, lanjutnya, diambil dari kata Al-Fattah Kota Mojokerto. Karena merek ini dijalankan oleh pengurus remas, sehingga mereknya pun identik dengan nama Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto. ’’Total ada enam parfum yang sudah dikeluarkan Famoo. Tiga jenis untuk pria, tiga lainnya untuk wanita,’’ papar pembina remas ini.

Usaha parfum Famoo sendiri telah merambah pasar online maupun offline, baik melalui media sosial dan lapak e-commerce. Para anggota remas sudah menjalani pelatihan berupa pendampingan pemasaran sebelumnya. ’’Sehingga, pemasaran di-online lebih mudah dan praktis, karena mereka sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Jadi, pembelian parfum Famo ini juga merambah pasaran luar daerah,’’ bebernya.

Sedang di pasaran offline, jelas Falut, remas memanfaatkan momen pertemuan dengan masyarakat. Seperti tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. ’’Kalau ada kegiatan pengajian, biasanya teman-teman remas juga menampilkan produk parfum ini. Terkadang juga memanfaatkan relasi para anggota untuk pemasarannya,’’ urai dia.

Di sisi lain, dirintisnya usaha parfum yang diproduksi langsung oleh anggota remas ini dilandaskan dengan visi misi takmir Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto. Yang mana, bisa mendirikan kegiatan sosial masyarakat dan berbasis kepedulian umat. ’’Hasil penjualannya pun disalurkan ke kaum duafa. Jadi, memang didirikannya usaha ini agar sejalan dengan visi yang punya peranan lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat,’’ tandasnya.

Diharapkan pula, melalui usaha ini, para remaja bisa memiliki jiwa entrepreneurship. Sebab, menurutnya, peran remaja masjid tak hanya mengedukasi masyarakat dengan ilmu tauhid. ’’Namun, juga agar para remaja ini bisa menjadi sosok yang bisa membuat usaha-usaha untuk menjadi sarana pengembangan ekonomi umat,’’ pungkas Falut. (oce/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#jualan parfum #Remas Al Fattah Kota Mojokerto #pelatihan kemandirian ekonomi #e-commerce