KOTA - Naiknya harga kelapa di berbagai daerah belakangan turun berimbas di Kota Mojokerto. Kemarin (20/4), harga satu butir kelapa sudah menembus Rp 20 ribu per butir. Pedagang menyebut harga ini hampir dua kali lipat dari biasanya dan menjadi rekor termahal.
Salah satunya diungkapkan pedagang kelapa di Pasar Tanjung Anyar, Yusuf. Lonjakan harga kelapa bulat atau parut berlangsung hampir satu bulan terakhir. Harga satu butir kelapa sudah mencapai Rp 18-20 ribu sesuai ukuran. ’’Sebelumnya Rp 12 ribu (per butir),’’ ujarnya, kemarin (20/4).
Kenaikan harga ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Selama ini, kata dia, semahal-mahalnya harga kelapa selama ini tak pernah lebih dari Rp 17 ribu per butir. Kondisi tersebut membuat konsumen menjerit. Terutama ibu rumah tangga dan pemilik warung. Mereka mengeluhkan tingginya harga kelapa kepada pedagang. ’’Mengeluh, kemahalan,’’ imbuhnya.
Yusuf tak mengetahui pasti penyebab harga kelapa melonjak drastis. Sejauh ini pasokan kelapa yang didapat dari Bali masih stabil dan tak mengalami kelangkaan. ’’Sekarang ini yang paling mahal,’’ ucapnya.
Imam, pedagang kelapa lainnya di Pasar Tanjung Anyar, mengatakan harga kelapa sempat menembus Rp 25 ribu per butir saat Lebaran lalu. Selain dari Bali, kelapa yang dijualnya berasal dari petani di Banyuwangi. Meski tak signifikan, Imam menyebut stok kelapa dari pemasok menurun. Karena harganya yang mahal, kini banyak konsumen yang beralih ke santan instan. ’’Penjualan menurun, drastis pokoknya,’’ keluh dia.
Imam mengaku mendengar kabar jika melambungnya harga kelapa dipengaruhi tingginya tingkat ekspor. Pemerintah pusat memang menyatakan jika banyak pelaku usaha yang memilih menjual kelapa ke luar negeri karena harganya sedang mahal. Akibatnya pasokan di dalam negeri menipis dan harga meroket. ’’Kalau sudah begini ya tidak tahu lagi mau bagaimana,’’ ujarnya pasrah. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi