BULOG Cabang Mojokerto terus melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan harga Rp 6.500 per kilogram (kg) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), per-hari rata-rata penyerapan gabah petani tembus 600 ton.
Hal itu diungkapkan Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin saat panen raya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (7/4). Panen diikuti Forkopimda Mojokerto, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Sekda Kabupaten Mojokerto, Dandim 0815 Letkol Inf Rully Noriza Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, Wakil Ketua DPRD Khoirul Amin, Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, dan Kepala Dinas Pertanian Nuryadi. ’’Optimalisasi penyerapan GKP dari pertani ini kita didampingi Babinsa dan PPL,’’ ungkap Muhammad Husin.
Bahkan, saat ini, lanjut Husin, rata-rata Bulog Cabang Mojokerto telah melakukan penyerapan gabah petani capai 500 hingga 600 ton per hari untuk tiga wilayah, Jombang, Kota Mojokerto dan kabupaten Mojokerto. ’’Khusus wilayah Mojokerto kami menyerap 250 hingga 300 ton per hari,’’ tegasnya.
Sesuai data Bulog, penyerapan gabah petani di wilayah kerja Bulog Cabang Mojokerto, yakni Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang telah mencapai angka 15.800 ton per Senin (7/4). Angka itu sebanding dengan 93 persen dari target penyerapan GKP Bulog Cabang Mojokerto. ’’Bulog Mojokerto melakukan pembelian GKP sesuai HPP sebesar Rp 6.500 per kilogram sesuai amanat dari pemerintah dalam rangka menjaga harga GKP stabil sesuai HPP. Pemenuhan cadangan stok beras pemerintah dan mewujudkan swasembada pangan nasional,’’ beber Husin.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan HPP gabah pada 2025 dengan poin harga GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut berlaku mulai tanggal 15 Januari 2025. Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto menyatakan komitmen menyerap seluruh gabah petani dengan melibatkan pihak swasta/penggilingan. Pihak swasta juga penting untuk dilibatkan. ’’Yang penting harga gabah tetap dipertahankan di harga Rp 6.500 per kilogram,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi