Menjelang Lebaran, Terdampak Efisiensi Anggaran
KABUPATEN – Sejumlah hotel di Mojokerto Raya mulai disibukkan dengan persiapan menyambut libur Lebaran 2025. Dari pantauan sementara, 15 persen dari seluruh okupansi kamar yang tersedia di 18 hotel telah dipesan. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring mendekati libur Idul Fitri 1446 Hijriah yang diprediksi berlangsung mulai 1 hingga 7 April nanti.
Ketua Badan Pimpinan Cabang PHRI Mojokerto Raya Satuin mengatakan, tingkat reservasi hotel baik bintang maupun nonbintang selama libur panjang Lebaran rata-rata baru berkisar antara 10 sampai 15 persen. Angka tersebut terhitung masih minim jika dibandingkan dengan libur Lebaran tahun sebelumnya.
Di mana, 30 persen kamar hunian sudah terpesan sepekan sebelum libur Lebaran dimulai. Khususnya hotel-hotel yang ada di kawasan wisata pegunungan. Seperti Pacet dan Trawas yang kerap ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah.
Di awal Januari hingga Februari kemarin, justru terlihat sepi ketimbang bulan-bulan sebelumnya. ’’Rata-rata hanya 10 sampai 15 persen dari total seluruh okupansi kamar. Untuk potensi reservasi, masih kami pantau sampai akhir pekan ini,’’ ungkapnya, kemarin.
Satuin mengakui, kondisi tersebut tak lepas dari menurunnya dalam beli masyarakat sejak awal tahun 2025 ini. Ditambah pula dengan adanya isu efisiensi yang digelorakan pemerintah. Sehingga mengakibatkan sejumlah agenda pemerintahan yang biasanya digelar di hotel terpaksa ditiadakan. ’’Kondisi ekonomi yang lesu masih belum pulih ditambah adanya efisiensi. Sehingga masyarakat lebih memilih menahan diri dengan tidak banyak berlibur ke area wisata,’’ tandasnya.
Kondisi seperti ini, lanjut Satuin, tidak hanya berlaku di Mojokerto saja. Di beberapa hotel berbintang di daerah lain juga mengalami nasib yang sama. Meski demikian, pihaknya tetap menghimbau kepada seluruh pengelola hotel untuk terus melayani pengunjung. Termasuk memberikan promosi untuk menggaet pengunjung lebih banyak.
Dengan demikian libur Lebaran nanti bisa dimanfaatkan dalam memenuhi okupansi hotel yang tersedia. ’’Tidak hanya hotel, resto dan tempat hiburan juga kami minta untuk terus promosi agar jumlah pengunjung bertambah di momentum libur Lebaran tahun ini,’’ pungkas Satuin. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi