Produksi Jagung pada 2025
KABUPATEN - Produksi jagung selama empat tahun terakhir di Kabupaten Mojokerto terus meningkat. Pada 2024 tingkat produksi mencapai 266 ribu ton, sedang tahun ini dipatok naik hingga 268 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, mengatakan, produktivitas pertanian di Mojokerto sangat bagus. Tak sekadar beras, melainkan juga untuk komoditas jagung. ’’Bahkan, sesuai data kami, produktivitas untuk komoditas jagung terus meningkat mulai pada 2021,’’ ungkapnya.
Jika pada 2021 ada di angka 182 ribu ton, tahun 2022 naik menjadi 242 ribu ton. Lalu di 2023 kembali naik di angka 249 ribu ton, sedangkan pada 2024 melesat di angka 266 ribu ton. Tak heran, lanjut mantan camat Kutorejo ini, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar komoditas jagung di Jawa Timur. ’’Hasil panen keseluruhan komoditas jagung selalu meningkatkan, hingga mencapai 266 ribu ton pada Desember 2024. Sehingga Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan jagung di Provinsi Jatim,’’ tegasnya.
Menurutnya, peningkatan komoditas jagung tak terlepas dari terwujudnya sinergisitas forkompimda di bumi Majapahit. Sekaligus, wujud komitmen mendukung dalam mewujudkan program ketahanan pangan. Bahkan, sejak tahun lalu, pemda bersama TNI/Polri secara serentak membuka lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif yang ditanami jagung. ’’Kita juga start tanam jagung pada Desember kemarin, kami kolaborasi dengan seluruh stakeholder yang serentak ramai-ramai tanam jagung. Dengan kolaborasi ini berhasil meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Mojokerto,’’ bebernya.
Data disperta, lahan produktif mencapai 29.421 hektare. Sedangkan tidak ditanami atau lahan tidur seluas 267 hektare. Dalam satu tahun ditanami padi sesuai indeks tanam, 4.999 hektare satu kali tanam, 16.059 hektare dua kali tanam dan 2.967 hektare tiga kali tanam. ’’Kemudian sisanya ditanami palawija seperti jagung, kedelai, ubi jalar, ubi kayu dan porang totalnya 5.129 hektare,’’ tuturnya.
Dirinya optimistis dengan penambahan luas areal tanam itu bisa meningkatkan produksi jagung di bumi Majapahit. Terlebih, produksi jagung ditargetkan di atas hasil tahun lalu yang mencapai 266 ribu ton. Kapasitas lahan pertanian juga didukung petani di seluruh Kabupaten Mojokerto yang mencapai sebanyak 87.768 orang. Kemudian, Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Mojokerto berjumlah 298, Poktan 1125 dan anggota Poktan 87.769.
’’Kita optimistis produksi jagung akan terus naik, prediksi sampai akhir Desember 2025 mencapai sekitar 268 ribu ton. Itu belum termasuk support yang dari Polres Mojokerto. Bisa kita bayangkan, berapa banyak tambahan produksi jagung kita sehingga bermanfaat bagi masyarakat Mojokerto,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi