Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Olah Pisang Tanduk Pacet Jadi Camilan Khas

Fendy Hermansyah • Selasa, 13 Agustus 2024 | 22:56 WIB
KREATIF: Produsen membersihkan pisang muda di Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, kemarin (12/8)
KREATIF: Produsen membersihkan pisang muda di Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, kemarin (12/8)

PACET - Karlik, seorang pengusaha di Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merintis usaha sebagai produsen keripik pisang dan sale pisang.

Usaha yang baru dirintisnya sejak Juli lalu ini memanfaatkan buah pisang muda berukuran kecil yang kurang laku di pasaran. Karlik bisa meraup untung ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

’’Banyak pisang berukuran kecil dari petani dan penjual yang tidak laku. Mubadzir jika terbuang, jadi saya punya inisiatif untuk mengolahnya menjadi keripik dan sale pisang,’’ ujar wanita 26 tahun itu.

Pisang yang digunakan berasal dari daerah Bukit Jengger, Kabupaten Jombang. Tidak sedikit juga berasal dari petani sekitar Kecamatan Pacet. Jenis pisang yang digunakan adalah pisang tanduk.

Karlik menjelaskan, tidak setiap hari ia mengolah keripik pisang. Dia hanya mengolah hanya beberapa kali dalam seminggu.

’’Kita produksi hanya 2-3 kali dalam seminggu, tergantung tersedianya bahan baku, setiap pengolahan kita menghabiskan sedikitnya 20 kilogram,’’ imbuhnya.

Dia dibantu oleh 2 orang tetangga sekitarnya untuk mengolah camilan ini. Dua pekerja itu membantu dalam proses pengupasan pisang.

’’Saya mengupas pisang ketika pulang dari bekerja di sawah, untuk tambahan pemasukan rumah tangga,’’ ujar Sanali, pekerja Karlik.

Sampah organik yang dihasilkan berupa kulit pisang. Itu tidak dibuang begitu saja. Melainkan, dimanfaatkan untuk pakan ternak. ’’Kulit pisang ini tidak dibuang, tapi kita manfaatkan sebagai pakan kambing,’’ imbuh Sanali.

Produksi camilan ini dipasarkan melalui agen dan toko besar di sekitar Pacet saja. Karlik menjelaskan, camilan produksinya dipasarkan tanpa merek. Itu untuk memudahkan pedagang atau tengkulak menjual lagi ke pasaran yang lebih luas.

’’Kita tidak beri label untuk produksi kita, agar dapat diberi merek sendiri oleh agen dan tengkulak lainnya, tandasnya seraya berharap usahanya itu bisa berkembang lebih besar. (mg2/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pacet mojokerto #camilan #pisang tanduk