Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Diminati, PGS Kota Mojokerto Mati Suri

Indah Oceananda • Kamis, 6 Juni 2024 | 14:15 WIB
SENYAP: Gedung Pusat Grosir Sepatu (PGS) milik Pemkot Mojokerto yang diresmikan tahun lalu tampak sepi.
SENYAP: Gedung Pusat Grosir Sepatu (PGS) milik Pemkot Mojokerto yang diresmikan tahun lalu tampak sepi.

Hanya Terlihat Pajangan Sandal-Sepatu dan Penjaga

 KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Keberadaan Pusat Grosir Sepatu (PGS) Kota Mojokerto yang menampung beragam produk alas kaki karya asli perajin Kota Onde-Onde seolah mati suri.

Tak tampak aktivitas jual beli di dalam gedung yang berada di simpang empat Jalan Mojopahit-Jalan Raden Wijaya tersebut.

 Pusat grosir memanfaatkan gedung eks Bentar Swalayan ini hanya menggunakan lantai 1. Sedangkan untuk lantai dua ditutup total.

”Kita hanya buka di lantai bawah," ujar Winda, kasir sekaligus penjaga PGS Kota Mojokerto, kemarin (5/6).

 Di lantai satu, yang terlihat sekadar deretan etalase memajang beragam jenis sandal dan sepatu.

Selain itu, ada beberapa kain batik dan sejumlah kerajinan kriya yang juga dijual. Namun, pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, tidak terlihat satu pun pengunjung memasuki kawasan tersebut.

Kondisi gedung terasa sepi dan senyap. ”Ramainya musiman, kalau mau Lebaran atau jelang masuk sekolah,” ungkapnya.

 Ketua Paguyuban PGS Kota Mojokerto Herianto membenarkan saat ini kondisi PGS sepi pembeli. Hanya momen dan hari-hari tertentu saja pengunjung atau pembeli mampir ke PGS ”Ramainya kalau mau masuk sekolah atau Lebaran. Hari biasa gini tetap ada penjualan, tapi lebih banyak online," tuturnya.

 Data yang dihimpun paguyuban, saat ini, jumlah perajin sandal dan sepatu di Kota Mojokerto mencapai 200 lebih. Namun, hanya sekitar 35 perajin yang bekerja sama menyetorkan produk mereka ke PGS. ”Karena diutamakan yang aktif dan masif produksi. Jadi, tidak semua perajin sepatu daN sandal se-Kota Mojokerto karyanya dipajang di sini," bebernya.

 Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiawan enggan menanggapi sepinya PGS yang diresmikan era Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tersebut.

”Silakan kalau ada pertanyaan dikonfirmasi ke diskominfo nggih. Sesuai arahan dari Bu Kadis (Ani Wijaya), semua informasi satu pintu ke diskominfo,” katanya singkat.

 Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Santi Ratnaning Tias menyatakan, selama tiga bulan ini dipastikan hampir semua traffic penjualan pelaku usaha cenderung turun. S

ebab, masyarakat kini terbebani dengan pengeluaran kebutuhan anak masuk sekolah di musim PPDB (pendaftaran peserta didik baru) 2024/2025. ”Perajin banyak terima order penjualan online dari reseller dan maklon,” jelasnya.

 Meski demikian, untuk membangkitkan pergerakan ekonomi di PGS, belakangan diskopukmperindag melakukan berbagai langkah.

Seperti menggandeng kreator konten, serta membangun marketplace khusus penjualan produk sandal dan sepatu.

”Saat ini diskopukmperindag sedang membangun e-marketplace untuk meningkatkan penjualan online,” tandasnya. Pada akhir pekan, paguyuban PGS secara mandiri juga menggelar event, seperti mewarnai atau menggambar untuk menarik pengunjung. (oce/ris)

Sepinya Pusat Grosir Sepatu

- Tempati eks Bentar Swalayan dan diresmikan Agustus 2023 lalu.

- Sepinya pengunjung disebabkan pembeli beralih ke pemesanan via online.

- Hanya ramai saat jelang Lebaran dan tahun ajaran baru.

- Belum mengakomodir seluruh produk dari perajin kota

- Perajin yang aktif yang bisa pajang produk.

- Paguyuban sering membuat event mandiri.

 

Editor : Hendra Junaedi
#pengrajin #pusat grosir #sepatu #mati suri #Kota Mojokerto #sandal