Selain mempertemukan pengelola toko modern dengan distributor untuk memenuhi ketersediaan, pemerintah juga mengusulkan agar harga eceran tertinggi (HET) beras dilakukan penyesuaian.
Kepala Diskopukmperdag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, pengendalian stok di pasaran telah dilakukan melalui surat edaran (SE) Pj Wali Kota Mojokerto terkait imbaun agar ASN membeli beras premium di pracangan TPID.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan barang di pasar dan minimarket.
’’Ketika ASN pembeliannya sudah dilokalisir, harapannya supaya beras di pasaran dan di minimarket itu benar-benar khusus untuk masyarakat,’’ tandasnya.
Ani menyatakan, pihaknya juga telah memfasilitas 60 pengelola minimarket se-Kota Mojokerto yang dipertemukan dengan agen dan distributor beras.
Sebab, stok beras premium, khususnya di minimarket franchise kerap terjadi kekosongan.
’’Masing-masing suplier mereka (minimarket, Red) sudah kami kumpulkan dan tanyakan permasalahan apa kok beras premium tidak ada. Padahal, di agen maupun distributor besar stok beras premium ada,’’ ulasnya.
Hanya saja, sebut Ani, harganya saat ini memang tengah melambung. Bahkan, harganya melebihi HET yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
’’Jadi minimarket ini takut menyalahi Bapanas karena HET-nya Rp 13.900 (per kg), kalau dilanggar bisa kena penalti,’’ sebutnya.
Sebagai jalan tengah, Pemkot Mojokerto kini mengambil langkah untuk mengusulkan penyesuaian HET melalui Pemprov Jatim.
Karena dengan bergesernya masa panen akibat perubahan cuaca turut membawa dampak terhadap melambungnya harga beras.
’’Kami mengusulkan supaya Bapanas mengubah HET-nya, karena harga gabah juga memang sudah tinggi,’’ imbuhnya.
Menurutnya, kondisi berbeda terjadi di minimarket atau swalayan non-franchise. Karena stok beras premium masih aman hingga sekarang. Sebab, distribusi barang tidak mengandalkan suplier dari tingkat pusat.
Demikian di pasar, kebutuhan beras juga telah disuplai dari Bulog Cabang Surabaya Selatan. ’’Makanya, khusus ASN pintu pembelian sudah kita geser untuk memprioritaskan masyarakat,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah