Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masa Panen Raya Si Merah Pedas di Sentra Cabai Mojokerto, Begini Keluh Kesah Petani Setempat

Sofan Kurniawan • Selasa, 27 Februari 2024 | 20:00 WIB

MASA PANEN RAYA: Memasuki akhir februari tahun ini merupakan puncak musim hujan sekaligus puncak panen raya cabai, khususnya di centra petani cabai di Kecamatan Dawarblandong
MASA PANEN RAYA: Memasuki akhir februari tahun ini merupakan puncak musim hujan sekaligus puncak panen raya cabai, khususnya di centra petani cabai di Kecamatan Dawarblandong
DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto - Memasuki akhir februari tahun ini merupakan puncak musim hujan sekaligus puncak panen raya cabai, khususnya di sentra petani cabai di Kecamatan Dawarblandong.

Meski masuk panen raya, kalangan petani setempat mengeluhkan rendahnya harga jual di sawah. Kondisi itu berbeda beberapa minggu sebelumnya yang harga jual mencapai Rp 70 ribu per kilogram. 

Tamah salah satu petani cabai asal Dusun Tretes Desa Suru Kecamatan Dawarblandong mengungkapkan, hasil panen raya ini cukup memuaskan.

''Kualitas cabai sangat bagus. Tapi, harga di tingkat petani mengalami anjlok,'' ungkap perempuan paro baya tersebut.

Sebelum musim panen raya kemarin harga cabai ditingkat petani mencapai Rp 70 ribu per kg. ''Awalmya kami sudah sangat senang, bahkan ada yang melakukan petik dini,'' lanjut dia.

Namun beberapa hari kemudian harga di tingkat petani anjlok menjadi Rp25.000/Kg. Padahal di pasaran harga bumbu pedas tersebut masih relatif tinggi berkisar antara Rp 45 ribu-50 ribu /Kg.

MASA PANEN RAYA: Memasuki akhir februari tahun ini merupakan puncak musim hujan sekaligus puncak panen raya cabai, khususnya di centra petani cabai di Kecamatan Dawarblandong
MASA PANEN RAYA: Memasuki akhir februari tahun ini merupakan puncak musim hujan sekaligus puncak panen raya cabai, khususnya di centra petani cabai di Kecamatan Dawarblandong

Petani sering dihadapkan oleh ketimpangan harga, belum lagi harga pupuk yang mahal. Untuk petani penyewa lahan hutan seperti di Dawarblandong sudah tidak lagi menerima subsidi pupuk.

''Jadi kami terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya mencapai Rp 300 ribu per sak,'' sambung Tamah.

Petani berharap pemerintah segera menangani ketimpangan harga dan mempermudah mendapatkan pupuk bagi petani khususnya petani holtikultura cabai, jagung, dan kacang tanah di kawasan itu. (fan/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#anjlok #cabai #dawarblandong #mojokerto