Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kerajinan Sepatu Pantofel Pria Berbahan Kulit Sapi di Kecamatan Puri, Bersaing dengan Toko Online

Moch. Chariris • Selasa, 23 Januari 2024 | 04:18 WIB
BERTAHAP: Proses membuat kerajinan sepatu pantofel berbahan kulit sapi di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Mojokerto)
BERTAHAP: Proses membuat kerajinan sepatu pantofel berbahan kulit sapi di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO - Kabupaten Mojokerto kaya akan produk berkualitas. Salah satunya, sepatu pantofel dari kulit sapi.

Kerajinan tersebut diproduksi di rumah produksi milik Muhammad Aldi Firmansyah, di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Mengandalkan keterampilan dan kreativitas, rumah produksi milik Muhammad Aldi Firmansyah ini mampu menyulap kulit sapi menjadi sebuah sepatu pantofel bernilai jual.

FOKUS:  Di rumah produksi, karyawan sedang menjahit produk kerajinan sepatu pantofel di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Mojokerto)
FOKUS: Di rumah produksi, karyawan sedang menjahit produk kerajinan sepatu pantofel di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Mojokerto)

Kerajinan yang ditekuni dari kreativitas mandiri tersebut mampu menarik minat pelanggan. Bahkan, bisnis kerajinan tersebut berdiri sejak tahun 2018 silam. ”Saat ini masih fokus pada kerajinan sepatu pantofel saja,” ujar pria 22 tahun ini, Minggu (21/1).

Keberhasilan Aldi dalam mengelola bisnis kerajian yang dirintis sang paman tak luput dari menjaga kualitas produk. Dalam semingu bisnis kerajinannya mampu meraup omzet Rp 3 juta per minggu.

Dengan harga jual sepatu pantofel jenis tali dijual seharga Rp 190 ribu, sedangkan untuk jenis polosan seharga Rp 100 hingga Rp 110 ribu. ”Tergantung pesanan, kalau ramai biasanya mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu per harinya,” imbuhnya.

Belakangan Aldi tidak sendirian dalam mengelola usaha kerajinan miliknya. Di rumah produksi miliknya itu, selama ini dia dibantu orang tua dan lima orang karyawan.

Kesuksesan usaha kerajian sepatu pantofel ini dianggap berhasil setelah Aldi mampu melanjutkan usaha yang telah dirintis pamannya. Di samping itu, dia mampu memenuhi kebutuhan toko sepatu sekolah di sejumlah pasar Mojokerto.

”Setiap hari kami membeli sejumlah bahan dasar sepatu pantofel dari home industri Juritan (Prajurit Kulon), kemudian kami olah untuk siap diproduksi,” tegas dia.

Tak hanya itu, persaingan pasar segmen toko online turut memengaruhi usaha kerajinan ini. Di banding pemasaran segmen di toko peralatan alat sekolah, peningkatan omzet kerajinan sepatu pantofel, naik hingga dua kali lipat.

Dalam seminggu biasanya mampu mengerjakan enam kodi, kini meningkat hingga 14 kodi per minggu. Satu kodi sepatu berisi 24 pasang. ”Penjualan di toko online lebih cepat laku dari pada di sejumlah toko pasaran di sini,” jelasnya.

Dari kerajinan tersebut, Aldi mampu mengirimkan produk kerajinan ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Meliputi, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Ngawi, Jogjakarta dan Solo. ”Biasanya untuk pengiriman luar kota melalui kurir expedisi,” papar Aldi.

Saiful, satu dari lima karyawan menyatakan, ketersedian stok bahan baku kerajinan sepatu pantofel berpengaruh terhadap bahan yang akan diolah.

”Ya, untuk saat ini kami kesulitan untuk mendapatkan sejumlah bahan baku kerajinan. Khususnya kulit sapi. Sehingga, memengaruhi kinerja pekerja juga,” kata Saiful.

Karyawan Aldi bekerja dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB atau selama 12 jam. Mereka bekerja dengan sistem borongan.

Untuk karyawan yang merekatkan sol sepatu menerima upah Rp 110 ribu, menjahit sepatu Rp 120 ribu per kodinya. ”Untuk tahap akhir finishing, penyemprotan warna pada sepatu itu saya sendiri,” tandasnya (nur hidayatul anisyah/moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#sepatu #kerajinan #online #pantofel