RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Aksesori menjadi benda yang digandrungi semua kalangan. Nilai estetik menjadi daya tarik bagi para pengemar aksesori untuk memburu benda satu ini. Bagi para pelaku wirausaha kerap kali memanfaatkan peluang usaha.
Givrina Windasari, 41, salah satunya. Dia membuka usaha pernak-pernik memiliki daya tarik tersendiri, karena berbahan dasar kawat tembaga. Selama ini dia mengerjakan di rumahnya, di Jalan Merbabu Raya, Perumahan Kedundung Indah, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Berawal dari hobi membuat kerajinan sejak kecil, kini Givrina mampu menyulap kawat tembaga menjadi kerajinan bernilai seni, bahkan menghasilkan cuan. Usaha tersebut sudah dia rintis sejak tahun 2010 silam. ”Awalnya memang sudah suka membuat kerajinan itu sejak kecil, terus untuk awal kerajinan tembaga saya belajar secara autodidak” kata Givrina pemilik usaha.
Dengan dibantu dua karyawan ibu satu anak ini, dapat memproduksi berbagai macam aksesori dari kawat tembaga setiap harinya. Di rumah sekaligus galeri ini, Givrina mampu menghasilkan karya berbahan dasar kawat tembaga. Seperti, kalung, gelang, cincin, bros hingga choker. ”Untuk jenis aksesorinya banyak sekali dari yang mudah hingga yang rumit,” ungkapnya.
Givrina memasarkan produk aksesori buatannya melalui media sosial dan mengikuti beberapa event. Dari sanalah produk tembaga milik Givrina dikenal kalangan masyarakat. ”Selain jualan online saya juga rutin ikut event atau pameran seni,” tambahnya.
Harga yang dibanderol untuk aksesori kawat tembaga beragam. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 800 ribu.”Harga yang dibanderol itu tergantung tingkat kerumitan pengerjaannya,” terangnya. Givrina mengaku dalam sebulan, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 1,5 juta. Bahkan, saat mengikuti event atau pameran Givrina mampu mengantongi Rp 3 hingga 6 juta per event. Hal tersebut dirasanya menjadi hal yang perlu disyukuri. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris