Kegiatan pasar murah langsung disambut antusiasme masyarakat. Seperti yang tampak di Kantor Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, kemarin.
Mayoritas emak-emak langsung memborong beras operasi pasar yang digelar Diskopukmperindag Kota Mojokerto.
’’Saya langsung beli tiga pack,’’ ungkap Sunani, warga Kelurahan Purwotengah.
Beras jenis premium kemasan 5 kilogram (kg) itu dibeli dengan harga Rp 51 ribu per pack.
Menurutnya, banderol tersebut jauh lebih murah dibanding dengan harga beras yang dijual di pasaran.
Saat ini, ungkap Sunani, harga beras IR 64 super di pasar saat ini masih bertengger pada harga Rp 13.500 per kg.
Bahkan, kemarin ada yang sudah dijual dengan harga Rp 14 ribu per kg.
’’Beras bramo sekarang juga ikut mahal, harganya sampai Rp 16 ribu (per kg) sekarang,’’ imbuh dia.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut telah terjadi secara graduatif selama beberapa hari terakhir.
Karena itu, dalam pasar murah dia langsung membeli 15 kg dengan harga Rp 153 ribu atau setara dengan Rp 10.200 per kg untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
’’Mumpung Rp 51 ribu dapat 5 kg, karena di pasar tidak ada beras yang murah,’’ tandasnya.
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menambahkan, kegiatan pasar murah telah digulirkan mulai Selasa (3/10).
Pelaksanaannya digelar secara bergilir di 18 kantor kelurahan se-Kota Mojokerto. ’’Masing-masing kelurahan kami sediakan 2 ton beras,’’ sambungnya.
Bekerja sama dengan Kantor Bulog Cabang Surabaya Selatan, total beras yang dijual pada pasar murah mencapai 36 ton.
Menurutnya, pasar murah akan dilaksanakan sampai dengan dua pekan mendatang.
’’Insyaallah pasar murah di 18 kelurahan sampai dengan 17 Oktober nanti,’’ pungkasnya.
Kali ini, diskopukmperindag tidak menjadwalkan pasar murah di pasar tradisional.
Tujuannya agar pasokan beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) bisa langsung diterima masyarakat. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah