Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, mengatakan, berbagai upaya pengendalian inflasi daerah terus dilakukan.
Salah satunya dengan mengaktifkan kembali operasi pasar sebagai salah satu intervensi harga di pasaran.
’’Mulai Selasa (12/9) besok, kita bekerja sama dengan Bulog gelar operasi pasar,’’ ungkapnya.
Operasi pasar tidak dilakukan di pasar, akan tetapi pemerintah memilih di kantor kecamatan. Kali pertama dilakukan kantor Kecamatan Sooko dan Gedeg pada Selasa (12/9).
Dilanjut kantor Kecamatan Kemlagi dan Gondang pada Rabu (13/9). Pada Kamis (14/9), berlangsung di kantor Kecamatan Dawarblandong dan Mojosari.
’’Pokoknya setiap hari kita lakukan di dua titik. Tiap titik, kami sediakan 2,5 ton untuk beberapa komoditas. Khusus untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 1,5 ton,’’ tegasnya.
Selain komoditas beras, gelaran operasi pasar ini juga menyediakan minyakkita, gula, dan tepungkita.
Dengan rincian penjualan, beras medium Rp 51 ribu dengan kemasan 5 kilogram (kg), beras premium Rp 62,5 ribu dengan kemasan 5 kg, Minyakkita Rp 13,5 ribu per liter, dan tepungkita Rp 12 ribu per kg.
’’Yang pasti harga kita banderol lebih murah daripada di pasar. Diharapkan operasi pasar ini mampu mengintervensi dan stabilisasi harga di pasar,’’ tuturnya.
Di Kota Mojokerto, meski sudah menggelontor sekitar 12 ton beras melalui pasar murah, namun harga di pasaran masih tinggi.
Rencananya, Pemkot Mojokerto bakal memperpanjang operasi pasar yang digelar secara estafet di seluruh kantor kelurahan.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Heri Setiyawan mengungkapkan, sejak digelar 30 Agustus lalu, pasar murah di kantor kelurahan akan berakhir hari ini.
Beras menjadi komoditas utama yang dijual dengan harga murah dengan sejumlah bahan pokok lainnya. ’’Tinggal satu hari Senin (11/9) besok (hari ini, Red),’’ terangnya.
Masing-masing dijatah 7 kuintal beras per kelurahan. Dan, ungkap Heri, komoditas beras langsung ludes tiap kali operasi pasar.
Jika hari ini habis, maka pemkot sudah menggelontorkan 12,6 ton beras yang dijual di bawah harga pasar.
’’Antusiasme warga sangat tinggi, banyak warga yang kepingin dilanjutkan. Karena kan satu kelurahan hanya satu hari ya,’’ paparnya.
Karena itu, pihaknya berencana untuk memperpanjang pelaksanaan pasar murah. Dengan lokasi sasaran tetap digelar di kantor-kantor kelurahan. Sebab, ungkap Heri, kegiatan operasi pasar tersebut dinilai lebih tepat sasaran.
’’Karena sebelumnya kan di pasar-pasar tradisional, sahingga ada beberapa warga yang sudah bolak-balik beli lagi. Sedangkan di kelurahan ini langsung ke masyarakat,’’ imbuhnya.
Di sisi lain, perpanjangan pasar murah juga dilakukan karena harga beras di pasar masih tinggi. Saat ini, ungkap Heri, harga beras untuk kualitas medium berada di kisaran Rp 11.500-Rp 12.000 per kilogram (kg).
Angka tersebut lebih besar dibanding harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan di wilayah Jawa Timur Rp 10.900 per kg.
Rencananya, perpanjangan operasi pasar akan digulirkan di bulan September ini.
’’Karena info dari bulog memang dari petani harga sudah tinggi, sekitar Rp 7 ribu per kg. Setelah melalui tengkulak, transportasi, dan biaya lain-lain, otomastis di pasar jadi Rp 11.500-Rp 12.000 per kg kalau kualitas bagus,’’ pungkasnya. (ori/ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah