Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Bawang Merah di Mojokerto Tak Harum Lagi, Di Tingkat Pengulak Anjlok 50 Persen, Dijual Rp 13 Ribu Per Kg

Moch. Chariris • Rabu, 30 Agustus 2023 | 16:30 WIB

KOMODITAS: Pengepul bawang merah di Dusun Tambaksari, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, melakukan penjemuran, Selasa (29/8).
KOMODITAS: Pengepul bawang merah di Dusun Tambaksari, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, melakukan penjemuran, Selasa (29/8).
PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Harga bawang merah di pasaran selama dua bulan terakhir ini tak harum lagi.

Menyusul, anjloknya harga bahan kebutuhan dapur tersebut hingga mencapai 50 persen.

Dari biasanya dijual Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram (kg), kini turun drastis Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu per kg.

Roidatul Janah, pengulak bawang merah di Dusun Tambaksari, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mengaku, penurunan harga bawang merah terjadi karena melimpahnya stok setelah memasuki musim panen raya di tingkat petani.

’’Sebaliknya permintaan pasar sangat minim,’’ ungkapnya, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (29/8). 

Ibu satu anak ini menjelaskan, anjloknya harga bawang merah di pasaran terjadi sejak bulan Juli lalu. Hal itu setelah daerah penyuplai bawang merah, seperti Nganjuk dan Pare, sedang memasuki masa panen raya.

’’Hanya saja, kualitasnya berbeda dengan hasil panen bawang merah dari Magetan,’’ imbuh perempuan berhijab ini. 

Di kalangan tengkulak dan pedagang, bawang merah asal Magetan dikenal dengan kualitasnya yang bagus.

Seperti warna bawang kemerahan dan ukuran lebih besar. ’’Namun, harga kulakannya jauh lebih mahal, di kisaran Rp 35 ribu per kg,’’ katanya. 

Memang, penurunan harga jual bawang merah tersebut sudah terjadi dari daerah para pemasok.

Ida, sapaan akrab Roidatul Janah menjelaskan, harga kulakan saat ini jauh lebih murah dari biasanya. Yakni, di kisaran Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg, dari harga normal Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kg.

PENGEPUL: Penurunan harga jual bawang merah terjadi di daerah pemasok, Nganjuk dan Pare.
PENGEPUL: Penurunan harga jual bawang merah terjadi di daerah pemasok, Nganjuk dan Pare.

’’Sekarang harga jualnya antara Rp 13 ribu per kilogram. Berbeda dengan harga jual di pasar tradisional, biasanya pedagang menjual Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram,’’ tandas Ida. 

Miftahul Mubin, suami Ida, menambahkan, belakangan untuk sekali kulakan bawang merah volumenya mencapai 2,5 ton hingga 4 ton.

Bawang merah yang didatangkan dari Nganjuk dan Pare tersebut diambil langsung dari petani, dengan kondisi daun belum terpisah.

Sehingga, setibanya di rumah, bawang merah tersebut tidak lantas dijual. 

Namun, lebih dulu melalui proses pengeringan, kemudian dilakukan pemotongan daun lalu dikemas.

’’Omzet kita juga turun drastis. Untuk 2,5 ton biasanya kita bisa meraih omzet 2,6 juta. Kalau sekarang turun separo,’’ katanya. 

Untuk pemisahan daun dan pengemasan dalam karung, selama ini, Mubin dan Ida dibantu 25 karyawan. Melibatkan warga sekitar dan luar desa.

’’Bawang merah ini diambil (dibeli) para pedagang di pasar-pasar tradisional seperti dari  Mojokerto, Surabaya, dan Gresik. Harapan kami, ke depan, semoga harga jual bawang merah kembali normal seperti semula. Di kisaran 13 ribu di tingkat tengkulak,’’ pungkas Mubin. (fitriani/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#anjlok #Merah #mojokerto #harga #bawang