Sidak menyasar di tiga titik lokasi. Pangkalan gas elpiji di Pasar Tanjung Anyar, Jalan Residen Pamuji menjadi jujukan pertama Ning Ita, sapaan akrab wali kota bersama tim gabungan dari TNI/Polri, Pertamina, dan Diskopukperindag Kota Mojokerto.
Di tempat ini, ditemukan adanya penurunan suplai gas elpiji bersubsidi. Dari sebelumnya mendapat jatah 200 tabung melon dalam dua hari, kini turun menjadi 100 tabung yang dikirim dalam rentang empat hari.
”Dari temuan di lapangan, memang ada satu pangkalan yang terjadi penurunan suplai dibandingkan dengan kondisi sebelumnya,” jelas Ning Ita.
Beruntung, stok di pangkalan tidak sampai terjadi kekosongan. Meski demikian, Ning Ita menyebut akan mengkoordinasikan temuan itu dengan Pertamina. ”Supaya pendistribusiannya bisa kembali normal seperti sedia kala,” papar dia.
Sidak dilanjutkan ke pangkalan elpiji di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari dan agen elpiji di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates. Namun, wali kota menyatakan di dua lokasi tersebut ketersediaan masih aman. ”Yang dua ini (suplai) masih tetap, tidak terjadi penurunan,” sebut dia.
Menurutnya, sidak dilakukan untuk mengantisipasi adanya kelangkaan gas elpiji bersubsidi. Mengingat, di sejumlah daerah lainnya terjadi keterbatasan stok yang mengakibatkan antrean panjang.
”Kami lakukan upaya pencegahan lebih dini bersama teman-teman dengan mengecek di tiga lokasi,” urainya.
Karena ketersediaan gas tabung melon masih mencukupi, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak panic buying. Apalagi, kata dia, jaringan gas (jargas) bumi telah tersambung di 30 persen sambungan rumah tangga (SR) di wilayah Kota Mojokerto.
”Jadi, nggak usah panik karena di pangkalan-pangkalan dan agen jumlahnya masih tersedia. Kami optimistis (stok) masih aman untuk Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah