Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pakan Mahal, Pemesanan Bibit Ayam di Mojokerto Dibatasi

Fendy Hermansyah • Selasa, 4 Juli 2023 | 02:54 WIB

TERBATAS: Subendi memeriksa kondisi ayam yang baru berusia 10 hari di kandang miliknya, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Senin (3/7).
TERBATAS: Subendi memeriksa kondisi ayam yang baru berusia 10 hari di kandang miliknya, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Senin (3/7).
Picu Kenaikan Harga Daging Potong di Pasaran

KABUPATEN - Para peternak ayam pedaging atau ayam potong di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mengeluhkan pembatasan day old chicken (DOC) oleh pemerintah. Pembatasan tersebut tentu berdampak terhadap keterlambatan ternak dan masa panen di kandang. 

”Kalau dulu sebelum ada pembatasan, pasca penan, bisa langsung mengisi kandang dengan bibit ayam. Sekarang DOC sudah dibatasi pemerintah,” ungkap Subendi, peternak ayam potong ditemui di kandangnya, di Desa Pandankrajan, kemarin. DOC adalah ayam dengan umur di bawah 10 hari dan paling lama 14 hari setelah ayam menetas. 

Memang, saat ini harga jual daging ayam potong dari kandang naik menjadi Rp 23.500 per kilogram dari sebelumnya 14.500 per kilogram. Sedangkan, untuk penjualan di pasar-pasar tradisional, harga daging ayam potong telah menembus angka Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Namun, para peternak masih saja mengeluhkan kondisi harga pakan yang kian mahal, termasuk harga jual obat-obatan. 

TERBATAS: Subendi memeriksa kondisi ayam yang baru berusia 10 hari di kandang miliknya, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Senin (3/7).
TERBATAS: Subendi memeriksa kondisi ayam yang baru berusia 10 hari di kandang miliknya, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Senin (3/7).

Subendi mengungkapkan, kenaikan harga jual daging ayam potong memang dipicu beberapa factor. Di antaranya, sejak pemerintah melakukan pembatasan pemesanan DOC, hal itu mengakibatkan pengisian ayam ternak di kandang melambat. Bahkan, kandang kerap mengalami kekosongan. Sehingga harga daging ayam potong di pasaran turut terkerek. ”Terhitung sejak pasca Idul Fitri lalu, harga daging ayam naik, dan sampai sekarang terjaga” imbuh Subendi.

Dia menuturkan, sebelum adanya pembatasan DOC, pasca panen peternak bisa langsung melakukan pengisian bibit ayam. ”Dengan usia nol hingga di bawah 10 hari,” tambah pria yang mendalami ternak ayam sejak 6 tahun lalu ini. ”Harga bibit ayam saat ini turut mengalami kenaikan Dari sebelmnya Rp 7.500 per ekor, naik menjadi Rp 9.500 per ekor,” lanjutnya.

PETERNAKAN: Anakan ayam pedaging yang diternak di Desa Batankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
PETERNAKAN: Anakan ayam pedaging yang diternak di Desa Batankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Subendi menambahkan, sejak adanya pembatasan DOC yang biasa didatangkan dari Grobokan, Jawa Tengah, pihaknya tidak bisa langsung melakukan pengisian ternak ayam di kandang. Peternak lebih dulu menunggu antara 2 hingga 3 bulan pasca panen. ”Itu pun jumlah pemesanan DOV tetap dibatasi,” paparnya. Dengan demikian, dirinya tidak bisa langsung mengisi kandang sepanjang 50 meter x lebar 8 meter miliknya, dengan bibit ayam baru.

Kendala lain yang juga harus ditanggung Subendi dan peternak lainnya adalah tidak semua kualitas DOC kondisinya baik. Proses perjalanan pengiriman yang membutuhkan waktu, tidak sedikit menyebabkan kaki bibit ayam kaku. ”Perlahan ayam mengalami sakit, dan dengan mudah mati ketika tiba di kandang,” jelasnya.

Dia mengakui harga jual daging ayam potong kini memihak peternak. Peternak mampu menjual Rp 23.500 per kilogram. Tetapi, dia menilai belum sebanding dengan harga pakan ternak dan obat-obatan yang dibeli secara rutin. ”Sekarang harga pakan naik menjadi Rp 550 ribu per zak, dari sebelumnya Rp 480 ribu per zak. Termasuk obat-obatan,” katanya. Karenanya, dia berharap ke depan pemerintah kembali mempertimbangkan pembatasan DOC bagi peternak. Termasuk, menurunkan harga jual pakan dan obat-obatan yang di pasaran kondisinya terus melambung. ”Harapanya, biar operiasional dan penjualan kita sebanding,” pungkasnya. (ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#pembatasan #peternak #mojokerto #ayam #DOC #kemlagi #daging #potong