Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Khofifah Blusukan di Kabupaten Mojokerto, Temukan Harga Beras Alami Kenaikan

Fendy Hermansyah • Minggu, 2 April 2023 | 13:36 WIB
FLUKTUATIF: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kerudung putih) didampingi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati (kerudung biru) berdialog dengan pedagang dan pembeli saat memantau harga bahan pokok di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Moj
FLUKTUATIF: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kerudung putih) didampingi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati (kerudung biru) berdialog dengan pedagang dan pembeli saat memantau harga bahan pokok di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Moj
Di Pasar Mojosari dan Kedungmaling

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga jual bahan pokok (bapok) di pasar Kabupaten Mojokerto selama Ramadan masih menunjukkan fluktuasi. Termasuk empat jenis bapok yang masih terjadi penurunan dan peningkatan harga beberapa hari terakhir, yakni beras, bawang merah dan putih, serta cabai rawit.

Kondisi itu terpantau Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat blusukan di dua pasar di Kabupaten Mojokerto, yakni Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko dan Pasar Raya Mojosari Kecamatan Mojosari, Sabtu (1/4). ’’Ada bapok tertentu yang mengalami kenaikan, khususnya beras jenis medium. Sementara bawang merah, bawang putih dan cabai justru mengalami penurunan,’’ tuturnya.

Didampingi Bupati Mojokerjo Ikfina Fahmawati, Khofifah menemukan harga beras medium terpantau di angka Rp 10.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 10.350 per kg. Sementara harga bawang merah dan bawang putih sama-sama berada di angka Rp. 24.000 per kg dari sebelumnya sempat menembus Rp 32.000 per kg dan Rp 25.000 per kg. Pun demikian cabai rawit yang sempat menembus Rp 60.000 per kg sebelum Ramadan, kini justru anjlok menjadi Rp 36.000 per kg.

Meski terjadi fluktuasi, Khofifah mengaku harga-harga tersebut masih terpantau aman, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Termasuk komoditas lain seperti daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng dan gula semuanya di posisi aman dan dijual pedagang di bawah HET.

’’Harga beras diketahui rata-rata naik Rp 100 sampai Rp150 per kg, terutama untuk beras medium. Insyaallah semua dalam kondisi yang terkontrol, termonitor dan terkendali. Kami akan terus memonitor sampai dengan tercukupinya seluruh kebutuhan masyarakat menjelang lebaran nanti,’’ tandasnya.

Pun demikian dengan suplai bapok, mantan menteri sosial ini juga memastikan cukup dan aman hingga nanti jelang lebaran. Ia juga berkomitmen akan terus mengontrol dan memonitor setiap distribusi pasokan kebutuhan pokok di seluruh wilayah apakah tersalurkan hingga ke tingkat pedagang dan masyarakat atau tidak.

’’Sejauh ini suplai dan stok semua aman dan kami akan terus memonitor sampai dengan tercukupinya seluruh kebutuhan masyarakat menjelang lebaran nanti. Saya akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan stok bapok di tingkat pembeli terdistribusi berjalan dengan baik dan aman,’’ ujarnya.

Sementara itu, fluktuasi harga beras yang terjadi sebulan terakhir diakui pedagang masih dalam posisi aman atau stabil. Meski terjadi kenaikan, sejak awal Ramadan sampai saat ini ada kecenderungan menurun. ’’Untuk harga memang tidak bisa diprediksi. Harapan kami harga beras stabil biar enak mengelola dan enak menentukan harganya,’’ pungkas Edy, salah satu pedagang beras pasar Kedungmaling. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #harga bahan pokok #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #blusukan #gubernur khofifah #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #bahan pokok #soekarno #trowulan #onde-onde