Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasar Ketidur Rp 3,4 Miliar Bakal Jadi Sentra Loak Terbesar Kota Mojokerto

Fendy Hermansyah • Rabu, 28 Desember 2022 | 16:29 WIB
PANTAU KESIAPAN: Wali Kota Ika Puspitasari saat melakukan sidak proyek Pasar Tematik di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (27/12). (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
PANTAU KESIAPAN: Wali Kota Ika Puspitasari saat melakukan sidak proyek Pasar Tematik di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (27/12). (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah dua tahun direlokasi ke Pasar Kliwon, para pedagang loak eks Pasar Cakarayam akhirnya mendapat jatah tempat baru. Mulai tahun depan, Pemkot Mojokerto memastikan seluruh penjual barang-barang bekas ditempatkan di Pasar Tematik Ketidur.

Itu diungkapkan Wali Kota Ika Puspitasari saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek pasar yang dibangun di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulin, Selasa (27/12). Menurutnya, proyek dengan nilai kontrak Rp 3,4 miliar tersebut telah tuntas dan siap dioperasionalkan di awal 2023 mendatang. ”Jadi, di Ketidur ini akan jadi pasar tematik pertama khusus sebagai sentra aneka loak,” terangnya.

Menurutnya, sentra perdagangan dengan 127 kios itu memang diperuntukkan bagi penjual barang barang bekas yang tergabung dari 4 paguyuban pedagang loak. Terutama untuk menampung eks pedagang loak Pasar Cakarayam atau Pasar Prapanca.

Sejak direvitalisasi 2019 lalu, hingga saat ini para pedagang menempati lapak sementara di Pasar Kliwon yang menjadi tempat relokasi. Ning Ita menyatakan, dengan rampungnya proyek pembangunan pasar loak di Jalan Ketidur, maka pedagang akan mendapatkan jatah masing-masing satu kios. ”Sesegera mungkin, setelah ini seluruh pedagang dari 4 paguyuban pedagang loak akan kita koordinasikan lagi untuk rencana menempati pasar loak baru ini,” tandasnya.

Ning Ita menambahkan, keberadaan pasar loak diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di Kota Mojokerto. Mengingat, omzet rata-rata dari hasil penjualan besi bekas, onderdil, hingga aksesori motor dan sepeda itu bisa menembus Rp 500 juta per bulan. ”Harapannya nanti pasar loak ini juga bisa menarik para pembeli dari berbagai daerah untuk datang ke ke sini sehingga omzet ke depan bisa terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Selain eks pedagang Pasar Cakarayam, pasar tematik juga disiapkan untuk menampung hasil penertiban pedagang loak yang membuka lapak di badan jalan dan trotoar. Baik di sepanjang Jalan Karyawan dan Jalan Niaga, Kota Mojokerto. ”Semua berdasarkan data yang ada di dinas akan kita relokasi,” papar Ning Ita.

Dalam sidak kemarin, sidak juga dilakukan di Pasar Rakyat Ketidur yang juga berada satu kompleks dengan pasar tematik loak. Ning Ita juga berencana untuk menghidupkan sentra penjualan yang dibangun dari dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2021 ini.

Rencananya, kios yang masih kosong akan ditawarkan ke pedagang kuliner yang menempati tempat relokasi di Pasar Kliwon. Karena peruntukkan Pasar Rakyat Ketidur bisa beragam barang jualan. ”Karena tematik harus spesifik khusus untuk loak. Pedagang lainnya bisa menempati Pasar Rakyat Ketidur yang jualannya bisa bermacam-macam,” paparnya. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #pasar ketidur #wali kota mojokerto #Majapahit #pasar loak kota mojokerto #Mojopahit #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #wali kota ning ita #soekarno #pasar kota mojokerto #trowulan #onde-onde