KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga komoditas ikan segar di pasaran meroket. Sejumlah ikan tawar dan laut kompak naik Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Kondisi yang disebabkan menipisnya pasokan ini membuat omzet pedagang turun drastis.
Kenaikan harga ikan terpantau di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (6/12). Ikan air tawar seperti jenis Nila naik Rp 5-7 ribu per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp 28-30 ribu per kg. Demikian pula dengan ikan Bandeng yang kini bertengger di harga Rp 40-42 ribu per kg. ’’Naiknya sama Rp 5-7 ribu per kg,’’ kata Rizki Putra, salah satu penjual.
Kondisi serupa juga terjadi pada ikan jenis laut. Tuna dan kerang mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kg dari harga sebelumnya. ’’Naik rata-rata sekitar lima persen dari bulan kemarin,’’ tutur dia. Tingginya harga ikan membuat pemasukan para pedagang merosot. Rizki mengaku, semenjak harga ikan mahal, kini dirinya mengalami penurunan omzet hingga 30 persen.
Menurutnya, kenaikan harga ikan kerap terjadi saat akhir tahun. Faktor musim hujan deras membuat tangkapan ikan laut menurun. Demikian pula dengan tambak-tambak ikan yang sudah lewat masa panen. ’’Hasil panen ikannya tidak ada karena cuaca juga,’’ tutur pedagang yang mendapat pasokan ikan dari tengkulak di Lamongan tersebut.
Hal serupa diungkapkan Imaroh, penjual ikan lainnya. Menurut dia, kenaikan harga ikan semakin tajam semenjak lima hari terakhir. Bandeng dan mujair naik Rp 8-10 ribu per kg. Sedangkan cumi-cumi, kerang, tuna naik Rp 5-6 ribu per kg. Mahalnya harga ikan membuat pendapatannya menurun drastis. ’’Biasanya sehari bisa habis satu kwintal, sekarang cuma 30 kilogram,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah