Operasi Pasar di Kabupaten Mojokerto Diserbu Masyarakat

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Kamis, 1 Desember 2022 | 14:04 WIB
OPERASI PASAR: Warga antre membeli bahan kebutuhan pokok pada operasi pasar di Pasar Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto, Senin (27/3). (Khudori Aliandu/JPRM)
OPERASI PASAR: Warga antre membeli bahan kebutuhan pokok pada operasi pasar di Pasar Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto, Senin (27/3). (Khudori Aliandu/JPRM)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Operasi pasar (OP) yang digelar Pemkab Mojokerto melalui Disperindag di dua lokasi diserbu masyarakat, kemarin (30/11). Sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti, beras, migor, dan gula yang dijual murah di bawah harga pasaran pun ludes terjual.

Dua kegiatan sebagai upaya pengendalian inflasi daerah ini berlangsung di Pasar Dinoyo, Kecamatan Jatirejo dan Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. ’’Alhamdulillah harganya lebih murah daripada harga di pasar,’’ ungkap Khusnul Nadiyah, salah satu warga.

Seperti beras IR 64 medium. Di OP ini dijual Rp 8,7 ribu per kilogram atau lebih murah Rp 1.800 dibanding yang dijual di pasar. Begitu juga dengan Minyakkita juga dijual Rp 12.500 per liter sedangkan migor curah di pasar tembus Rp 15 ribu, serta gula pasir 1 kilogram Rp 13.000. ’’Jadi sangat membantu sekali, kalau bisa dilakukan tiap minggu, ini meringankan beban kebutuhan ibu-ibu di dapur karena banyak yang pada naik,’’ harap Khusnul.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menegaskan, Operasi pasar memang terus menjadi fokus pemerintah daerah di tengah inflasi. Termasuk, intervensi harga komoditas di pasaran agar tidak kian melambung. Khususnya jelang natal dan tahun baru. ’’Sesuai instruksi pimpinan, operasi pasar ini bakal terus kita gelar. Dan kita lakukan merata di semua pasar. Dijadwalkan seminggu tiga kali,’’ ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan OP yang bersinergi dengan sejumlah pihak ini pemerintah menjual berbagai kebutuhan dengan harga murah. Seperti minyak Gorengkita, beras, dan gula. Skemanya dalam satu hari dilakukan di dua titik pasar. Baik pasar yang dikelola pemkab atau pun desa. ’’Sasarannya kita perluas, termasuk komoditasnya nanti juga kita sesuaikan,’’ tuturnya.

Seperti yang berlangsung kemarin, pihaknya menggelar OP di Pasar Dinoyo, Jatirejo dan Pasar Kedungmaling, Sooko. Selanjutnya, Jumat (2/12) bakal digelar di Pasar Bagusan, Kecamatan Gedeg, dan Pasar Jetis. Sedangkan Senin (5/12), digelar di Pasar Pugeran, Kecamana Gondang, dan Pasar Niaga Mojosari, Rabu (7/12) dilanjutkan di pasar Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, dan Pasar Kemlagi. ’’Serta Jumat (9/12), kita gelar di Pasar Sawahan dan, Dlanggu. Kita kolaborasi dan bersinergi dengan Bulog, dan Dinas Pangan,’’ tegasnya.

Digebernya OP ini tak lain mengantisipasi melonjaknya harga di momentum Nataru nanti. Selain OP, pihaknya juga terus melakukan pengecekan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran. Termasuk di tingkat distributor. Apalagi, tiap pekan, inflasi ini selalu menjadi pembahasan dalam rakor bersama Kemendari dan Gubernur. ’’Jadi, kita agendakan operasi pasar ini rutin, bahkan akan berlangsung sampai akhir tahun nanti. Khususnya di pasar-pasar yang ada komoditi yang harganya tinggi,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
bupati mojokerto operasi pasar kabupaten mojokerto Majapahit Mojopahit Pemkab Mojokerto bupati ikfina kerajaan majapahit Kota Mojokerto mojokerto soekarno trowulan onde-onde