Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kampung Madu di Desa/Kecamatan Kemlagi, Berwisata sekaligus Petik Madu Segar

Fendy Hermansyah • Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:13 WIB
MADU ASLI: Desa/Kecamatan Kemlagi menjadi satu-satunya kampung madu di Kabupaten Mojokerto.
MADU ASLI: Desa/Kecamatan Kemlagi menjadi satu-satunya kampung madu di Kabupaten Mojokerto.
DESA/Kecamatan Kemlagi menjadi satu-satunya kampung madu di Kabupaten Mojokerto. Saat ini, kampung itu menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah. Sekaligus menjadi wisata edukasi bagi para pelajar.

Budidaya madu ini seperti yang dilakoni Irwan, 43. Untuk mengubah nasib, lima tahun lalu dia memilih jadi peternak lebah. ’’Dan alhamdulillah, sekarang sudah punya 70 koloni,’’ ungkapnya mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto.

Photo
Photo
PANEN: Seorang peternak lebah tengah memanen madu dari kandang tawon di kebun.

Hasilnya pun cukup menjanjikan. Omzetnya mencapai jutaan rupiah per bulan. Benar saja, jika musim hujan seperti sekarang ini, meski produksi menurun, dia masih mampu memproduksi satu kuintal madu dengan rata-rata per koloni lebah menghasilan 1,5 kilogram (kg) madu. Angka ini bisa meningkat dua kali lipat saat musim kemarau.

’’Satu koloni lebah kalau kemarau bisa menghasilan 3 kilogram madu. Jadi, sekali panen dengan 70 koloni yang sama miliki bisa capai 2 kuintal lebih madu siap jual,’’ tegasnya.

Harga yang ditawatkan pun tak sampai menguras kantong. Jika musim hujan seperti ini, per kg dibanderol Rp 85 ribu dengan minimal pembelian 7 kg. ’’Jika eceran botol, tetap kita jual Rp 85 ribu, tapi kemasan 640 gram. Paling murah Rp 25 ribu dengan kemasan 160 gram,’’ beebrnya.

Photo
Photo
ASLI: Madu selepas dipanen masih alami.

Harga ini berbeda saat musim kemarau. Satu botol kemasan 640 gram dijualnya Rp 120 ribu dan paling murah Rp 35 ribu kemasan 160 gram. ’’Karena kemarau itu madu randu, itu yang paling bagus. Rasanya juga beda, madu randu agak wangi,’’ tegasnya.

Di tengah permintaan pasar meningkat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekarang ini, menjadi peternak lebah madu disebutnya memang cukup menjanjikan. Permintaan terus mengalir dari berbagai daerah. Seperti Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto sendiri. Bahkan, di tengah gempuran Covid-19 tahun lalu membuatnya sempat tak mampu memenuhi pemintaan pasar.

Selain menjadi ajang bisnis, beternak lebah juga menjadi wisata edukasi. ’’Sebagai edukasi, kami juga menerima kunjungan wisata, termasuk dari para pelajar. Itu gratis, selain bisa petik madu langsung, wisatawan juga bisa belajar mengetahui budidaya dan proses panen secara langsung,’’ jelasnya.

Photo
Photo
PANEN BESAR: Seorang peternak tengah memotong untuk dapatkan madu.

Selain menyediakan madu, para pembudidaya juga menyediakan penjualan koloni bagi peternak pemula. Mereka juga bakal dibekali ilmu gratis kiat sukses menjadi peternak lebah madu. Perlu diketahui, desa ini dinobatkan menjadi kampung madu oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati pada Desember 2021.

Dari sebagian besar pembudidaya, ada empat warga yang kapasitasnya besar. Selain Irwan dengan 70 kotak atau koloni lebah, juga ada Triono dengan 30 koloni, dan masing-masing 20 koloni untuk Buhari dan Sami’an. ’’Sebagai kampung madu, kami juga memiliki brand produk lebah madu asli dengan nama Dynastie Madu,’’ tandasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#madu hutan #madu alami #kampung madu #kabupaten #mojokerto #kemlagi