Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bahan Pokok Kompak Ganti Harga

Fendy Hermansyah • Selasa, 7 Juni 2022 | 03:13 WIB
MAKIN PEDAS: Pedagang cabai di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto melayani pelanggannya, kemarin.
MAKIN PEDAS: Pedagang cabai di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto melayani pelanggannya, kemarin.
Cabai Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah harga kebutuhan bahan pokok (bapok) meroket tajam. Seperti harga cabai rawit yang tembus Rp 90 ribu per kilogram (kg) dan telur Rp 28 ribu per kg. Kenaikan yang signifikan ini disebut para pedagang bukan lagi sebagai kenaikan, melainkan pergantian harga.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto menunjukkan perubahan harga yang sangat drastis. Khusus komoditas cabai, kenaikan terjadi semenjak tiga hari terakhir. Satu kg cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp 60 ribu mengalami lonjakan hingga kini menyentuh Rp 90 ribu per kg. ”Naiknya langsung banyak,” kata Ardian, salah satu pedagang.

Disebutnya, lonjakan harga mempengaruhi daya beli konsumen. Sebagian besar pelanggan membeli cabai rawit secara eceran Rp 10 ribu per satu ons. Selain itu, konsumen rumah tangga juga banyak yang membeli bijian. Rata-rata Rp 5 ribu untuk 14 biji cabai. ”Saking mahalnya (Rp 5 ribu) cuma dapat 14 biji,” ucap pemilik kios sisi barat ini.

Selain cabai rawit, jenis cabai merah juga mengalami lonjakan serupa. Harganya saat ini Rp 80 ribu per kg. Menurut Ardian, kenaikan harga cabai diperkirakan peralihan musim yang berdampak pada minimnya produksi. Rendahnya pasokan cabai juga dipengaruhi masa panen yang sudah lewat. ”Sekarang cabainya dari Pare (Kediri). Yang biasanya cabai Probolinggo atau Dawarblandong sudah tidak pernah masuk,” terangnya.

Kondisi demikian juga terpantau pada komoditas ayam potong. Sejak tiga hari lalu, daging ayam mengalami kenaikan secara beruntun. Saat ini, daging ayam tembus Rp 36 ribu per kg dari sebelumnya yang hanya Rp 34 ribu per kg. ”Tidak naik lagi, tapi sudah ganti harga,’ cetus Diah, salah satu penjual daging ayam.

Photo
Photo
BARANG MAHAL: Pedagang menunjukkan telur yang dijual di agen Jalan PB Sudirman, Kota Mojokerto kemarin.

Menurutnya, tren kenaikan harga sudah tidak wajar. Sebab, selepas bulan puasa, bahan pokok, termasuk ayam biasanya turun. ”Saya juga tidak tahu kenapa naiknya, dari sananya sudah segini, Naiknya drastis,” imbuh dia.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur ayam ras. Di tingkat agen, satu kg telur sudah tembus Rp 28 ribu per kg atau Rp 270 ribu per peti (10 kg). Harga itu melonjak dari sebelumnya yang harga Rp 24,5 ribu per kg.

Mahalnya harga telur ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir. ”Sejak naik sekarang stoknya juga berkurang,” ungkap Harianto, karyawan agen telur di kawasan Pasar Tanjung Anyar, Jalan PB Sudirman.

Pasokan telur dari peternak di Pare, Kediri berkurang sekitar satu kwintal semenjak harganya naik. Kondisi demikian selaras dengan tingkat penjualan yang turun drastis. Jika sebelumnya, dirinya bisa menjual 3 kuintal setiap hari, kini hanya mampu menghabiskan 2 kuintal. ”Sekali datang biasanya 5 kuintal, itu habis kalau dua hari,’ tuturnya.

Dikatakannya, kenaikan harga terus terjadi dari tingkat peternak. Peternak ayam petelur tengah kesulitan dengan biaya pakan yang disebut mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat harga telur ikut naik. ”Informasinya pakan konsentrat naik sampai Rp 150 ribu, jadi telurnya ikut melonjak,” tukasnya. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#harga cabai #harga bahan pokok #harga komoditas naik #harga telur