Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lebih dari Sekadar Sosis, Makna Budaya Black Pudding dalam Hidangan Inggris

Imron Arlado • Senin, 17 November 2025 | 00:44 WIB
Jika berbicara tentang kuliner Inggris, banyak orang langsung teringat fish and chips, roast beef, atau English breakfast. Sumber Foto: Pinterest
Jika berbicara tentang kuliner Inggris, banyak orang langsung teringat fish and chips, roast beef, atau English breakfast. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jika berbicara tentang kuliner Inggris, banyak orang langsung teringat fish and chips, roast beef, atau English breakfast.

Namun, ada satu hidangan tradisional yang tak kalah ikonik dan penuh sejarah, yaitu black pudding. Meski namanya terdengar manis seperti “pudding”.

Makanan ini sebenarnya adalah sosis darah, hidangan yang mungkin membuat sebagian orang terkejut.

Namun, bagi masyarakat Inggris, black pudding bukan sekadar makanan, tetapi bagian penting dari tradisi kuliner yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Black pudding adalah sejenis sosis yang dibuat dari darah babi, dicampur dengan lemak, oatmeal, atau barley, kemudian dibumbui dan dimasak hingga mengeras.

Warnanya yang hitam pekat berasal dari darah yang mengental saat dimasak. Teksturnya lembut di bagian dalam dan sedikit renyah di luar, terutama jika digoreng.

 

Baca Juga: Pameran Nasional Ramaikan Jambore #2 Minitrek Minion

 

Rasanya gurih, sedikit logam dari kandungan zat besi, dengan aroma rempah yang khas. Bagi pecinta kuliner tradisional Inggris, black pudding adalah hidangan yang penuh nostalgia.

Black pudding bukanlah makanan baru. Hidangan ini telah ada sejak zaman kuno, dan berbagai budaya di dunia memiliki versi sosis darah masing-masing.

Namun di Inggris, black pudding berkembang menjadi hidangan yang sangat khas dan identik dengan tradisi lokal.

Pada masa lalu, masyarakat Inggris tidak pernah membuang bagian hewan apapun setelah penyembelihan.

Darah yang cepat rusak jika tidak segera dimasak diolah menjadi black pudding sebagai cara untuk menghindari pemborosan.

Daerah seperti Lancashire, Bury, dan Yorkshire terkenal sebagai pusat pembuatan black pudding.

Hingga kini, Bury Market dianggap sebagai salah satu tempat yang menyajikan black pudding terbaik di Inggris.

Black pudding dulu dianggap sebagai makanan kaum pekerja murah, kaya nutrisi, dan cocok untuk sarapan sebelum bekerja seharian.

Lama-kelamaan, hidangan ini menjadi bagian penting dari identitas kuliner daerah. Di Inggris, sarapan tradisional tidak lengkap tanpa kehadiran beberapa irisan black pudding.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama telur, bacon, kacang panggang, tomat, roti panggang, dan sosis lainnya.

Kehadirannya memberikan rasa gurih yang kaya dan menambah tekstur berbeda pada piring sarapan.

Dalam budaya Inggris, terutama di wilayah utara, black pudding sering dikaitkan dengan kehidupan pedesaan dan tradisi lama.

Ini adalah makanan yang mencerminkan nilai kesederhanaan, kerja keras, dan penghargaan terhadap bahan makanan.

 

Baca Juga: Desa Balongmojo, Kecamatan Puri Gencarkan Aksi PSN, Antisipasi Serangan Demam Berdarah

 

Meskipun berasal dari tradisi kuno, black pudding kini mulai banyak digunakan oleh chef modern dalam hidangan kontemporer.

Beberapa restoran bahkan menyajikannya dalam bentuk inovatif seperti:

  1.       Kroket black pudding
  2.       Salad dengan topping black pudding
  3.       Kombinasi dengan scallop atau foie gras
  4.       Isian pie modern

Hal ini menjadi bukti bahwa black pudding mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Selain kaya sejarah dan makna budaya, black pudding juga memiliki nilai gizi yang tinggi, antara lain:

Walau populer di Inggris, black pudding masih menimbulkan reaksi beragam dari pengunjung asing. Ada yang penasaran mencoba, ada pula yang enggan karena bahan utamanya yaitu darah.

Meski begitu, persepsi ini tidak mengurangi posisinya sebagai bagian penting dari kuliner Britania Raya.

 

Baca Juga: Kenalan lewat Medsos, Remaja Disetubuhi di Kamar Kos

 

Kearifan lokal dan nilai budayanya tetap diakui, bahkan dihargai sebagai warisan kuliner tradisional.

NIYA 

 

Editor : Imron Arlado
#kuliner inggris #Hidangan Inggris #Black puding #tradisi kuno #budaya kuliner #sosis darah