Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aisar Khaled Diusir dari Bali, Singgung Pekerja Indonesia di Malaysia dan Picu Polemik Netizen

Imron Arlado • Kamis, 25 September 2025 | 21:23 WIB
Aisar Khaled, menarik perhatian publik setelah mengalami kejadian yang tidak terduga saat memberikan bantuan korban banjir bali. (ig: aisar_khaledd)
Aisar Khaled, menarik perhatian publik setelah mengalami kejadian yang tidak terduga saat memberikan bantuan korban banjir bali. (ig: aisar_khaledd)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seorang influencer dari Malaysia, Aisar Khaled, menarik perhatian publik setelah mengalami kejadian yang tidak terduga saat memberikan bantuan korban banjir di Bali.

Aisar, yang dikenal sering membuat konten bertema sosial, tiba di salah satu area yang baru saja terkena dampak banjir dengan membawa berbagai jenis bantuan. Namun, kehadiran Aisar justru memicu reaksi negatif dari warga setenmpat.

Mereka meminta Aisar dan kelompoknya untuk pergi karena dianggap mengganggu aktivitas gotong-royong pembersihan yang sedang berlangsung pascabencana, rekaman momen pengusiran ini kemudian menyebar dengan cepat di platform media sosial dan menjadi viral.

 

 

Tidak lama setelah insiden tersebut, Aisar Khaled mengeluarkan pernyataan yang memicu kembali polemik. Melalui platform media sosialnya, ia membandingkan perlakuan yang ia terima di Bali dengan jumlah pekerja migran asal Indonesiua yang ada di Malaysia.

Ia mengatakan, ”Jutaan rakyat Indonesia di Malaysia, tapi tidak kami usir,” yang akhirnya membuat banyak netizen Indonesia geram. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak sensitif dan justru meningkatkan ketegangan, alih-alih menunjukkan rasa empati terhadap situasi yang ia alami.

Kasus ini mengundang berbagai macam respons, sejumlah netizen mendukung tindakan warga Bali, menganggap Aisar terlalu memprioritaskan konten daripada berempati terhadap kondisi pascabencana.

 

 

Di sisi lain, terdapat sejumlah pengikut Aisar yang merasa tindakan tersebut tidak adil dan membela niat baiknya untuk membantu korban bencana.

Banyak yang mengkritik Aisar atas sikapnya yang dinilai kurang peka terhadap nilai dan norma setempat, terutama ketika ia membalas penolakan dengan membandingkan situasi pekerja Indonesia di Malaysia.

Pernyataan Aisar mengenai pekerja Indonesia di Malaysia pun mendapatkan reaksi dari berbagai pihak, diketahui bahwa jutaan warga Indonesia memang bekerja di Malaysia dalam berbagai jenis pekerjaan, baik formal maupun informal.

Banyak dari mereka berangkat melalui program resmi pemerintah kedua negara, mengingat Malaysia membutuhkan pekerja dari luar negeri untuk berbagai sektor, khususnya dalam bidang domestik dan kontrsuksi.

 

 

Pernyataan Aisar tentang pekerja migram yang tidak diusir pun dibantah oleh netizen, yang menegaskan bahwa mayoritas TKI ke Malaysia punya tujuan bekerja keras, bukan sekadar untuk membuat konten seperti influencer.

Setelah insiden ini, Aisar Khaled semakin menjadi perbincangan di dunia maya. Ia menerima kritik keras atas komentarnya yang dianggap tidak bijaksana dan menyebabkan masyarakat dari kedua negara terlibat dalam perdebatan yang emosional.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya berkomunikasi dengan etika, empati, dan harus sensitif terhadap budaya orang lain, terutama dalam menanggapi situasi yang sensitif. Dzafir Kirana Adelia/Linda

Editor : Imron Arlado
#pro kontra #mendapatkan #malaysia #influencer #Aisar Khaled bantu korban banjir di bali