Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dianggap Semena-mena Terhadap Pegawai, Arogansi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro Terjadi Sejak Dilantik

Imron Arlado • 2025-01-21 01:32:54
Dianggap Semena-mena Terhadap Pegawai, Arogansi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro Terjadi Sejak Dilantik
Dianggap Semena-mena Terhadap Pegawai, Arogansi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro Terjadi Sejak Dilantik

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Satryo Soemantri Brodjonegoro seorang Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) yang menjadi perhatian publik karena didemo oleh pegawainya.

Demo yang dilakukan oleh para ASN Kemendikti Saintek dengan membawa spanduk yang berisi protes mengenai mereka bukan pegawai pribadi Menteri Satryo Soemantri.

Beberapa bunyi kalimat yang tertera di spanduk yang menjadi sorotan yakni “Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja, untuk keluarga, bukan babu keluarga.”

Kemudian, “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri.”

Selain itu, para pendemo juga mengirimkan karangan bunga dengan tujuan sebagai bentuk perlawanan terhadap perbuatan Satryo.

 

 

Masalah yang terjadi di Kemendikti Saintek sudah terjadi sejak adanya pergantian pejabat baru, tepat setelah Satryo diangkat sebagai Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dikatakan oleh Suwitno (Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek).

Pergantian pejabat pada lingkungan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak sesuai keadilan. “Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur,” ucap Suwitno di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1/25).

Kemudian Neni Herlina seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat sendiri oleh Satryo, yang membuat masalahnya semakin panjang. Hal ini membuat geram pegawai lainnya karena Neni dipecat bahkan diusir tanpa proses administrasi yang jelas.

Neni mengungkapkan kronologi awal permasalahannya bermula ketika istri Satryo meminta untuk mengganti meja kerja, tetapi meja tersebut tidak sesuai dengan apa yang diinginkan istri Satryo.

“Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin. Tapi harus jelas prosedurnya, ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, bahkan diminta angkat kaki,” ungkap Suwitno.

Baca Juga: Inilah Pangkal Persoalan Menteri Kemendikti Saintek Didemo Pegawainya Sendiri

Neni juga mengungkapkan “Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih, karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres. Kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat bilang kayak begitu. Saya memang enggak tahu apa-apa, Cuma besoknya dipanggil begitu saja. dipanggil langsung dimarahi,” ungkapnya.

Neni dipecat tanpa adanya Surat Keputusan (SK), tandanya dipecat secara sepihak, selain itu Neni juga dipecat didepan anak magang dan staf lain sehingga membuat malu.

Hal tersebut yang menjadikan para pegawai berdemo, karena perbuatan Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dianggap tidak adil dan semena-mena. TASYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Menteri Prabowo #surat keputusan #Mendikti Saintek #Demo ASN Ditjen Dikti #Anak Magang #Satryo Soemantri Brodjonegoro