Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gus Baha Ceritakan Malaikat Izrail Merasa Kecewa Mencabut Nyawa, Apa Pesan Dibaliknya?

Imron Arlado • Kamis, 7 November 2024 | 02:06 WIB
Gus Baha selalu memberikan ceramah agama yang sangat ringan dan mudah dipahami kaum awam.
Gus Baha selalu memberikan ceramah agama yang sangat ringan dan mudah dipahami kaum awam.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gus Baha, Dalam salah satu ceramahnya, ia mengangkat tema tentang Malaikat Izrail , yang dikenal sebagai malaikat pencabut nyawa, dan perasaan yang mungkin dialaminya saat menjalankan tugas tersebut.

Gus Baha menjelaskan bahwa tugas Izrail adalah mencabut nyawa setiap makhluk hidup sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Allah.

Tugas ini bukanlah hal yang mudah, karena melibatkan perpisahan antara jiwa dan raga.

Izrail tidak memiliki pilihan untuk menolak atau memilih siapa yang harus dicabut nyawanya, ia hanya menjalankan perintah Tuhan.

Dalam ceramahnya, Gus Baha menggambarkan bahwa meskipun Izrail adalah seorang malaikat, ia juga memiliki perasaan. Ketika mencabut nyawa seseorang, Izrail mungkin merasa kecewa atau sedih karena harus memisahkan jiwa dari tubuhnya.

Gus Baha menekankan bahwa setiap jiwa memiliki ikatan dengan tubuhnya, dan perpisahan ini bisa jadi menyakitkan baik bagi jiwa maupun bagi orang-orang yang ditinggalkan.

Gus Baha mengajak para pendengar untuk memikirkan makna kematian. Ia menekankan bahwa kematian adalah bagian dari takdir yang harus diterima dengan lapang dada.

Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, dan waktu tersebut telah ditentukan oleh Allah.

Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan cara memperbaiki amal perbuatan selama hidup.

Ceramah tentang tema ini juga mempunyai makna sebagai pengingat bagi umat untuk hidup dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Gus Baha mendorong pendengar untuk tidak hanya memikirkan kehidupan duniawi, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.

Ia menekankan pentingnya berbuat baik kepada sesama, beribadah dengan khusyuk, dan selalu mengingat Allah dalam setiap langkah hidup.

Melalui ceramah ini, Gus Baha ingin menyampaikan pesan bahwa kematian adalah hal yang pasti dan tidak bisa dihindari.

Ia mengajak kita untuk memahami perasaan Malaikat Izrail dalam menjalankannya serta mendorong kita untuk mempersiapkan diri menghadapi akhir hayat dengan cara yang baik.

Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna dan penuh kesadaran akan waktu yang diberikan.

Ceramah ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kematian tetapi juga mengajak kita untuk memikirkan kehidupan kita sehari-hari dan bagaimana kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. FIA

Editor : Imron Arlado
#Gus Baha #Malaikat Izrail #ceramah ulama nu #Mencabut Nyawa