KABUPATEN – Seekor ular piton berukuran jumbo dievakuasi petugas Tahura R Soerjo dari area Jembatan Pacet – Cangar, Minggu (1/9).
Reptil melata itu kembali dilepasliarkan petugas di tengah kawasan hutan lindung agar tidak mengganggu aktivitas warga di area perbatasan Mojokerto – Batu tersebut.
Warga dan pengguna Jalur Pacet – Cangar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sempat dihebohkan dengan keberadaan seekor ular jenis sanca kembang dengan ukuran yang tidak biasa tersebut.
Ular tampak melata di aliran sungai sekitar jembatan yang berada di kawasan hutan lindung tersebut. ”Munculnya itu melata di tanah, pas di bawah jembatan,” ujar Manto, petugas objek wisata Tahura R Soerjo, Senin (2/9).
Ia dan timnya lantas mengevakuasi reptil yang melata mendekati kawasan air Terjun Watu Ondo dan jalan penghubung Pacet – Batu tersebut.
Proses evakuasi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Minggu (1/9) itu sempat jadi tontonan warga dan pengguna jalan yang melintas. ”Supaya tidak membahayakan warga, akhirnya kami evakuasi,” sebutnya.
Keberadaan sanca kembang sepanjang 6 meter ini, lanjut Manto, sudah dalam pantauan petugas. Sebab, kemunculan reptil bertaring ini merupakakan kesekian kalinya.
”Ular ini hasil pelepasliaran warga, sudah beberapa kali kelihatan sejak tiga minggu lalu. Tapi, kali ini karena semakin mendekat ke sini jadi kami evakuasi. Karena dari ukurannya yang besari ini bisa menyerang manusia,” ungkap pria paro baya ini.
Meski begitu, kata Manto, kondisi ular relatif tidak agresif dan kesehatan stabil. Tetapi, ketika itu ular tampak mulai berganti kulit.
”Mulai ganti kulit, jadi lebih tenang. Mungkin karena akhir-akhir ini cuacanya agak panas jadi keluar sarang," terangnya.
Setelah kondisinya diobservasi, ular lantas kembali dilepasliarkan ke kawasan hutan lindung yang jauh dari aktivitas warga.
”Di hari itu juga sekitar pukul 12.00 kita lepaskan lagi ke tengah hutan yang jauh (dari aktivitas warga),” beber Manto.
Keberadaan hewan buas seperti ini, lanjut Manto, biasa terjadi di kawasan Tahura R Soerjo sebab hutan lindung ini merupakan habitat asli beragam jenis satwa.
Sehingga, pihaknya mengimbau masyarakat selalu waspada dan tidak mengganggu satwa saat berada di kawasan Tahura R Soerjo.
"Hal seperti ini sudah biasa dari dulu, memang habitat ular di sini. Banyak juga yang melepaskan ular di sini," tukasnya. (vad)
Editor : Imron Arlado