JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gempa megathrust adalah gempa bumi yang terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah di mana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya.
Zona ini biasanya memiliki sudut tukik yang landai dan terletak di pertemuan antar lempeng tektonik.
Gempa megathrust dikenal sebagai gempa bumi interplate, yang berarti terjadi di antara dua lempeng tektonik.
Gempa ini biasanya memiliki magnitudo yang sangat besar dan dapat menyebabkan tsunami jika terjadi di bawah laut.
Contoh gempa megathrust yang terkenal adalah gempa dan tsunami Aceh pada 2004.
Nah, Indonesia memiliki beberapa zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk di sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara.
Zona-zona ini berpotensi menimbulkan gempa besar yang dapat berdampak signifikan pada wilayah sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, potensi gempa bumi megathrust di Indonesia bisa terjadi sewaktu-waktu.
Meski saat ini belum ada indikasi bahwa gempa besar akan segera terjadi. BMKG juga menyebutkan, gempa kecil yang terjadi pada 8 Agustus 2024 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan.
Berikut 16 zona gempa bumi yang terdampak gempa megathrust di Indonesia:
- Segmen Aceh-Andaman
- Segmen Nias-Simeulue
- Segmen Kepulauan Batu
- Segmen Mentawai-Siberut
- Segmen Mentawai-Pagai
- Segmen Enggano
- Segmen Selat Sunda Banten
- Segmen Selatan Jawa Barat
- Segmen Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur
- Segmen Selatan Bali
- Segmen Selatan NTB
- Segmen Selatan NTT
- Segmen Laut Banda Selatan
- Segmen Laut Banda Utara
- Segmen Utara Sulawesi
- Segmen Subduksi Lempeng Laut Filipina
Zona-zona ini mencakup wilayah-wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Sulawesi, dan Papua.
Aktivitas di zona megathrust ini dapat menyebabkan gempa bumi besar yang berpotensi memicu tsunami, sehingga penting untuk melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Masyarakat di sekitar zona-zona ini diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari BMKG serta lembaga terkait lainnya.
BMKG juga telah mengembangkan sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) untuk memberikan informasi cepat dan akurat mengenai potensi gempa dan tsunami. -
Editor : Hendra Junaedi