JPRM – Seiring dengan munculnya kabar gugatan cerai yang diajukan Andre Taulany ke istrinya Rien Wartia Trigina, netizen mulai menyorot perjalanan kariernya.
Pasalnya, Andre memiliki banyak karier di dunia hiburan Indonesia. Ia adalah seorang komedian, penyanyi, penulis lagu, presenter, aktor, dan konten kreator.
Andre memulai kariernya sebagai vokalis band Stinky sebelum beralih menjadi seorang komedian yang dijalani sampai saat ini.
Artis kelahiran 1974 tersebut memulai debut melalui grup band Stinky bersama Irwan, Nanno, Edy, dan Ndank. Grup band Stinky populer pada awal 2000-an dengan albumnya yang berjudul Pecinta Sejati.
Namun, Andre memutuskan untuk meninggalkan Stinky, dan beralih ke solo karier. Salah satu lagunya yang pernah hits adalah “Cintailah Istanaku”, yang juga menjadi soundtrack sinetron Akulah Arjuna.
Akibat kepopulerannya, Andre mulai dikenal dan sering menjadi bintang tamu di acara-acara komedi, seperti Ngelonong Nyok. Pada saat itulah Andre mulai masuk di dunia perkomedian tanah air.
Meskipun beralih profesi dari musisi ke komedian, Andre menunjukkan keseriusannya dalam menggeluti dunia pelawak. Nama Andre Taulany tambah populer saat bergabung dengan acara komedi Opera Van Java (OVJ).
Di OVJ Andre sering mendapatkan peran utama, dan juga sering beradu peran dengan komedian terkenal, seperti Aziz Gagap, Sule, Nunung, dan artis komedian lainnya.
Bersama Sule, Andre juga menjadi host di Ini Talkshow Net TV. Andre juga eksis di channel Youtubenya yang membagikan pengalaman kariernya.
Selain itu, Andre juga pernah menjadi ketua geng motor The Prediksi, yang terdiri dari 13 orang terkenal di dunia hiburan.
Andre juga pernah bermain peran dalam film Pasutri Gaje bersama Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Indro Warkop, dan Ira Wibowo, dan juga mengambil peran di film Kang Mak yang tayang Agustus 2024.
Pada saat ini, Andre juga menjadi komedian di acara Lapor Pak! sebagai komandan yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 21.30 di Trans7 bersama Wendi Cagur, Andika Pratama, Kiky Saputry, Ayu Tinting, Surya Insomna, Hesti Purwadinata, dan Gilang Gombloh.
Nailul Hikmah
Editor : Imron Arlado