JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perkembangan teknologi dan internet telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara anak-anak menghabiskan waktu luang.
Salah satu hiburan yang semakin populer adalah game online, permainan yang memungkinkan pemain berinteraksi dan bermain bersama orang lain melalui jaringan internet.
Bagi anak-anak, game online menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Mereka dapat bermain tanpa harus berpindah tempat dan memasuki dunia virtual yang penuh imajinasi.
Selain sebagai hiburan, bermain game juga dapat membantu melatih kemampuan berpikir, memecahkan masalah, mengambil keputusan dengan cepat, memperluas pertemanan, hingga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan Dimulai, Dibuka Ketua DPD Partai Golkar Jatim
Namun, kesenangan tersebut dapat berubah menjadi masalah apabila tidak disertai batasan. Bermain game secara berlebihan dapat membuat anak enggan melakukan aktivitas lain, mengurangi interaksi dengan keluarga dan teman sebaya, serta memunculkan perilaku seperti berkata kasar atau “toxic”. Kebiasaan bermain dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kesehatan, termasuk gangguan pada mata dan kurangnya aktivitas fisik.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena anak-anak merupakan salah satu kelompok yang banyak menggunakan game online. Menurut data dari Badan Pusat Statisktik (BPS) menunjukkan bahwa kelompok usia 0–18 tahun mencapai 46,2 persen dari pasar game online pada 2023.
Sementara itu, Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penguuna Internet APJII tahun 2025 mencatat bahwa 28,17% responden pernah bermain game online, dengan 8,05% diantaranya menghabiskan waktu lebih dari 4 jam per hari.
Peran orang tua menjadi penting dalam mencegah penggunaan game secara berlebihan. Anak tetap dapat bermain game online, tetapi dengan aturan waktu yang jelas, pengawasan, dan pendampingan. Orang tua juga dapat mengajak anak melakukan kegiatan alternatif, seperti membuat karya kreatif, membantu pekerjaan rumah, atau berolahraga secara rutin.
Pada akhirnya, game online tidak selalu membawa dampak buruk. Jika digunakan secara bijak, game dapat menjadi sarana hiburan sekaligus membantu mengembangkan sejumlah keterampilan anak. Namun, tanpa pengawasan dan batasan waktu, kesenangan bermain dapat berubah menjadi kebiasaan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. AHDAN
Editor : Imron Arlado