JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Banyak isu kekerasan di Indonesia, salah satunya berawal dari tangkapan layar di grup chat yang bocor ke publik. Hal itu karena sebagian besar masyarakat menganggap bahwa percakapan di grup atau chat pribadi merupakan ruang privat untuk berkomunikasi dan bercanda sampai tidak sadar bahwa candaan tersebut bukannya lucu, malah menyinggung orang lain.
Ruang digital memang tetap memiliki batasan mengenai privasi, persetujuan, dan penghormatan terhadap orang lain. Namun, etika dalam berkomunikasi dan menyampaikan ucapan tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: Meski Lahan Terbatas, Produktivitas Padi di Kota Mojokerto Naik Signifikan
Setelah sebelumnya kasus KBGO Fakultas Hukum UI dan KBGO grup chat IPB, kini isu lain yang mirip terjadi pada mahasiswa Fakultas Teknik UGM dengan pola yang sama. Berawal dari grup WhatsApp, kemudian tersebar secara publik di media sosial dan menjadi viral, publik memberikan respons, hingga institusi menangani kasus.
Isu KBGO yang kembali menjadi perhatian menunjukkan bahwa komunikasi digital tetap berpotensi sebagai ruang kekerasan apa pun berbasis online.
KBGO tidak selalu berbentuk ancaman. KBGO bisa terjadi melalui pesan, penyebaran konten, hingga penggunaan informasi pribadi tanpa persetujuan.
KBGO merupakan singkatan dari Kekerasan Berbasis Gender Online. KBGO merujuk pada segala macam kekerasan, pelecehan, atau intimidasi yang terjadi di ruang digital/siber dan ditujukan kepada seseorang berdasarkan gender/seksualitasnya.
Beberapa bentuk KBGO yang sering ditemukan antara lain:
- Pelecehan atau komentar seksual secara online
- Penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan yang menyebabkan rusaknya reputasi dan pencemaran nama baik, misalnya revenge porn
- Penguntitan atau pemantauan digital, misalnya cyberstalking hingga spyware/stalkerware berupa instalasi software tersembunyi di perangkat elektronik korban untuk merekam log obrolan, panggilan, maupun lokasi secara diam-diam.
- Ancaman dan intimidasi digital
- Pelanggaran privasi bisa berupa doxing, peretasan, hingga pelacakan posisi.
- Manipulasi atau pemalsuan konten, misalnya deepfake atau impersonation.
Untuk itu, perlu adanya penjagaan batasan saat berada di ruang digital.
- Meminta persetujuan sebelum membagikan sesuatu kepada orang lain. Persetujuan untuk dikirim secara privat bukan berarti persetujuan untuk dipublikasikan.
- Membedakan ruang privat dan publik. Grup chat tetaplah ruang yang melibatkan banyak orang, sehingga semakin banyak anggota, semakin besar kemungkinan informasi yang ada di dalam grup disebarluaskan oleh anggota grup.
- Jaga komentar pribadi. Hindari mengomentari hal-hal yang tidak seharusnya dikomentari, misalnya mengenai tubuh hingga seksualitas. Candaan yang dianggap biasa oleh satu orang bisa jadi membuat orang lain tidak nyaman atau dilecehkan.
- Hormati batasan orang lain. Jangan memaksa percakapan atau menganggap penolakan sebagai candaan. Berhenti jika orang lain sudah mengatakan tidak nyaman dan lakukan introspeksi diri.
- Pikirkan tentang jejak digital. Seluruh kegiatan yang dilakukan di ruang digital pasti meninggalkan jejak yang bisa digali kapan pun oleh siapa pun, sehingga penting untuk berpikir sebelum bertindak.
Lalu apa yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami KBGO?
- Utamakan keamanan. Jika pelaku mengancam, hindari menghadapi pelaku sendirian, batasi interaksi, dan minta bantuan orang yang bisa dipercaya.
- Simpan bukti, misalnya berupa tangkapan layar, link akun atau konten, dan catat waktu dan konteks kejadian. Jangan menghapus bukti sebelum memiliki berkas backup-nya.
- Amankan akun pribadi dengan mengganti kata sandi dan mengatur kembali privasi akun.
- Gunakan fitur pada platform seperti fitur blokir, laporkan/report, dan batasi siapa yang dapat mengirim pesan atau melihat informasi pribadi.
- Ceritakan kepada orang yang dipercaya
- Cari bantuan resmi
- Jika yang mengalami KBGO adalah orang lain, jangan menyalahkan korban. Respons yang tepat adalah membantu korban mendapatkan rasa aman dan dukungan.
Ruang digital memang memudahkan komunikasi. Mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi bukan berarti bisa menghapus batas privasi dan bertindak seenaknya tanpa persetujuan dari orang lain.
Mengenali bentuk KBGO bisa membantu pengguna internet untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi demi menciptakan rasa aman dan nyaman di ruang digital. NAVA
Editor : Imron Arlado