JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kesehatan menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan, termasuk bagi anak-anak. Selama ini, perhatian terhadap kesehatan sering kali lebih berfokus pada kondisi fisik. Padahal, kesehatan mental juga memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang dan kualitas hidup seseorang.
Kesehatan fisik dapat dijaga melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan yang dapat membahayakan tubuh.
Baca Juga: Baru Sebelas SPPG di Kota Mojokerto Kantongi SLHS
Kesehatan mental berkaitan dengan kondisi psikologis dan emosional seseorang, termasuk bagaimana seseorang merasa, berpikir, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi pelajar, tekanan dari sekolah, hubungan pertemanan, maupun berbagai persoalan dalam kehidupan dapat mempengaruhi kondisi mental mereka.
Masalah kesehatan mental yang tidak diperhatikan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti depresi dan kecemasan. Sayangnya, stigma di masyarakat masih membuat sebagian orang enggan membicarakan masalah kesehatan mental atau mencari bantuan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026, hampir 10 persen anak dan remaja di Indonesia terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa. sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).
Kondisi tersebut juga dapat terjadi pada anak-anak yang terlihat ceria. Seseorang yang sering tertawa belum tentu sedang merasa bahagia. Karena itu, perhatian dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar menjadi penting untuk mengenali perubahan perilaku maupun kondisi emosional anak.
Selain kesehatan fisik dan mental, kesehatan sosial dan kognitif juga perlu diperhatikan. Hubungan yang baik dengan orang lain, komunikasi yang sehat, serta kegiatan yang melatih konsentrasi seperti membaca, bermain catur, atau menyelesaikan puzzle dapat membantu mendukung kesejahteraan anak.
Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Anak perlu merasa aman untuk bercerita mengenai masalah yang dihadapinya tanpa takut dihakimi.
Menjaga kesehatan anak bukan hanya tentang memastikan mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat. Perhatian terhadap kesehatan mental juga merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang mampu berkembang, belajar, dan menghadapi masa depan dengan lebih baik. AHDAN
Editor : Imron Arlado