JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Seiring berkembangnya teknologi digital yang semakin membawa kemudahan, khususnya dalam berbelanja, terdapat risiko penipuan yang bisa mengintai konsumen.
E-commerce dan transaksi digital memang membuat belanja online semakin mudah. Namun, pola penipuan perlu dikenali oleh konsumen sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Bedanya Banjir Biasa dan Banjir Bandang
Beberapa modus penipuan belanja online yang perlu diwaspadai di antaranya:
Penjual fiktif
Penipu membuat toko yang terlihat meyakinkan dan biasanya mencuri foto/deskripsi produk dari toko lain, lalu menjual produk tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Penjual akan menghilang atau produk tidak akan dikirimkan kepada konsumen.
Phising
Konsumen menerima pesan yang mengatasnamakan e-commerce, kurir, maupun toko tertentu dengan dalih pemberian undian, hadiah, promo, kendala pengiriman, dan lain-lain. Pesan tersebut berisi tautan/link/kode QR lain untuk memasukkan data pribadi konsumen.
Transfer palsu
Penipu mengirimkan bukti transfer yang dimanipulasi sehingga dana sebenarnya belum masuk. Hal tersebut perlu diwaspadai karena transaksi dilakukan di luar sistem marketplace. Modus lain berupa pelaku seolah-olah mengirimkan jumlah uang yang lebih dan menyuruh pihak lain untuk mengembalikan sisanya.
Alasan refund
Penipu ingin mengembalikan dana, sehingga konsumen diminta memberikan informasi akun atau mengikuti instruksi tertentu.
Modus bea cukai/barang tertahan
Penipu berpura-pura sebagai petugas berwenang untuk menghubungi pembeli dan mengancam untuk membayar denda ke rekening pribadi.
Beberapa ciri-ciri penipuan yang harus diperhatikan seperti:
- Harga produk terlalu murah dibandingkan harga pasar
- Penjual mendesak pembeli untuk segera membayar
- Transaksi dilakukan di luar sistem marketplace
- Penipu meminta data pribadi seperti PIN, password, OTP, dan data lainnya
- Terdapat kode QR maupun tautan/link mencurigakan
- Alamat situs menyerupai platform resmi
- Pembayaran dialihkan ke rekening pribadi
- Penjual menghindari fitur resmi di marketplace
Cara aman untuk melakukan belanja maupun transaksi digital di marketplace yakni dengan:
- Memeriksa identitas dan reputasi penjual, seperti rating, jumlah transaksi hingga riwayat toko
- Membandingkan harga produk yang dijual antara toko satu dan toko lainnya
- Menggunakan platform dan metode pembayaran resmi yang disediakan oleh sistem
- Hindari memberikan data pribadi
- Memeriksa kode QR maupun tautan/link apa pun sebelum membukanya
- Menyimpan bukti transaksi digital apa pun serta mengecek mutasi rekening
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi, Ini Cara Pahami Informasi dari BMKG
Belanja online memang memudahkan dari banyak aspek. Namun, tidak menutup kemungkinan munculnya tindak kriminal digital dalam proses transaksi. Penipuan tidak selalu jelas karena saat ini modus penipuan semakin kreatif dan tidak bisa langsung dibedakan. Perlu adanya penalaran lebih lanjut untuk mengidentifikasi penipuan.
Pelaku bisa meniru/mencuri identitas pihak lain, sehingga konsumen perlu tetap berwaspada dan teliti dalam melakukan transaksi apa pun di ruang digital untuk mencegah terjadinya kerugian. NAVA
Editor : Imron Arlado