Sering Belanja Online? Kenali Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:54 WIB
Kenali berbagai modus penipuan saat berbelanja online dan melakukan transaksi digital. (Foto: Unsplash)
Kenali berbagai modus penipuan saat berbelanja online dan melakukan transaksi digital. (Foto: Unsplash)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Seiring berkembangnya teknologi digital yang semakin membawa kemudahan, khususnya dalam berbelanja, terdapat risiko penipuan yang bisa mengintai konsumen.

E-commerce dan transaksi digital memang membuat belanja online semakin mudah. Namun, pola penipuan perlu dikenali oleh konsumen sebelum melakukan transaksi.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Bedanya Banjir Biasa dan Banjir Bandang

Beberapa modus penipuan belanja online yang perlu diwaspadai di antaranya:

Penjual fiktif

Penipu membuat toko yang terlihat meyakinkan dan biasanya mencuri foto/deskripsi produk dari toko lain, lalu menjual produk tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Penjual akan menghilang atau produk tidak akan dikirimkan kepada konsumen.

Phising

Konsumen menerima pesan yang mengatasnamakan e-commerce, kurir, maupun toko tertentu dengan dalih pemberian undian, hadiah, promo, kendala pengiriman, dan lain-lain. Pesan tersebut berisi tautan/link/kode QR lain untuk memasukkan data pribadi konsumen.

Transfer palsu

Penipu mengirimkan bukti transfer yang dimanipulasi sehingga dana sebenarnya belum masuk. Hal tersebut perlu diwaspadai karena transaksi dilakukan di luar sistem marketplace. Modus lain berupa pelaku seolah-olah mengirimkan jumlah uang yang lebih dan menyuruh pihak lain untuk mengembalikan sisanya.

Alasan refund

Penipu ingin mengembalikan dana, sehingga konsumen diminta memberikan informasi akun atau mengikuti instruksi tertentu.

Modus bea cukai/barang tertahan

Penipu berpura-pura sebagai petugas berwenang untuk menghubungi pembeli dan mengancam untuk membayar denda ke rekening pribadi.

Beberapa ciri-ciri penipuan yang harus diperhatikan seperti:

Cara aman untuk melakukan belanja maupun transaksi digital di marketplace yakni dengan:

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi, Ini Cara Pahami Informasi dari BMKG

Belanja online memang memudahkan dari banyak aspek. Namun, tidak menutup kemungkinan munculnya tindak kriminal digital dalam proses transaksi. Penipuan tidak selalu jelas karena saat ini modus penipuan semakin kreatif dan tidak bisa langsung dibedakan. Perlu adanya penalaran lebih lanjut untuk mengidentifikasi penipuan.

Pelaku bisa meniru/mencuri identitas pihak lain, sehingga konsumen perlu tetap berwaspada dan teliti dalam melakukan transaksi apa pun di ruang digital untuk mencegah terjadinya kerugian. NAVA

Editor : Imron Arlado
marketplace belanja online penipuan transaksi digital e-commerce